Ziarah Kubur Jelang Ramadan Kian Ramai, Legislator Kaltim di Senayan Ingatkan Protokol Kesehatan

INTREN.ID, BALIKPAPAN – Mudik Lebaran kembali dilarang oleh pemerintah. Larangan tersebut untuk mencegah adanya aktivitas berkumpul. Musababnya, pandemi Covid-19 masih terjadi. Hingga saat ini, virus beralias corona itu masih mengintai masyarakat Indonesia.

Namun demikian, sebagian besar umat muslim masih menjalankan salah satu tradisi jelang Ramadan. Yaitu ziarah kubur. Kegiatan mengunjungi makam orang tua atau keluarga ini menjadi salah satu rutinitas yang dilakukan masyarakat Indonesia setiap tahunnya.

Anggota DPR RI Dapil Kaltim, Drs H Safaruddin pun kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan. Dirinya mendorong kepada pemerintah daerah untuk aktif dalam mengawasi dan mengontrol aktivitas masyarakat saat ziarah kubur. Sehingga tidak menyebabkan kerumunan.

“Saya mengajak masyarakat, khususnya masyarakat Kaltim, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan saat melakukan ziarah kubur. Karena penyebaran Covid-19 ini masih mengkhawatirkan. Termasuk di Kaltim. Sehingga perlu adanya antisipasi,” kata ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim itu.

Menurut Kapolda Kaltim 2015-2018 itu, peran semua pihak dalam menekan penyebaran virus sangat besar. Kendati proses vaksinasi sudah mulai berjalan, namun bukan berarti mengabaikan protokol kesehatan. Kapasitas pengunjung makam juga perlu mendapat perhatian.

“Tetap harus waspada terhadap corona. Yang juga harus diperhatikan adalah kapasitas makam. Jangan sampai pengunjung yang melakukan ziarah kubur berdesak-desakan,” tegas anggota Komisi III DPR RI yang membidangi masalah hukum, keamanan, dan hak asasi manusia (HAM) itu.

Di Balikpapan, pemerintah memberi arahan agar pelaksanaan ziarah kubur dilaksanakan H-7 sebelum Ramadan. “Tidak boleh mepet H-1 baru ramai-ramai datang, jadi H-7 sudah ziarah. Kemudian juga kapasitas makam hanya maksimal 50 persen,” kata Kepala Satpol PP Kota Balikpapan, Zulkifli.

Nantinya, lanjut dia, Dinas Perumahan dan Permukiman sebagai pengelola permakaman akan melakukan pengawasan dan berkoordinasi dengan Satpol PP.  Pihaknya juga menegaskan larangan membawa anak berusia di bawah 10 tahun ke permakaman.

“Apabila nanti penuh kami akan melakukan antrean. Sehingga ziarah harus mengantre masuk bergantian,” jelasnya. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.