Zero Corona Bertahan Sebentar, Tiga Warga Bontang Positif Tertular

Dua di Antaranya Masuk Klaster Gowa dan Sempat Beraktivitas di Masjid

INTREN.ID, BONTANG – Kota Bontang sempat menyandang status zero corona setelah seorang pasien positif dinyatakan sembuh. Sayangnya, status itu tak bertahan lama lantaran kini tiga warga Bontang dinyatakan positif tertular virus corona baru (Covid-19).

Tiga kasus baru itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes ) Bontang dr Bahauddin saat menggelar konferensi pers di gedung PSC Bontang, Kamis (16/4/2020). Dia menyebut dari empat hasil pemeriksaan swab yang diterima, satu dinyatakan negatif dan tiga dinyatakan positif.

Pasien pertama dengan kode kasus 02 BTG, merupakan seorang perempuan dengan status Orang Tanpa Gelaja (OTG). Pasien ini pernah melakukan riwayat perjalanan ke Jakarta yang merupakan daerah zona merah penyebaran Covid-19.

Diketahui, pasien kasus 02 BTG ini pulang dari Jakarta menggunakan pesawat dan tiba di Samarinda. Setelah itu yang bersangkutan menuju ke Bontang dengan travel carter.

“Setelah tiba di Bontang dilakukan karantina mandiri di rumah selama dua pekan menggunakan kamar dan alat makan terpisah. Serta menjaga jarak dengan anggota keluarganya di rumah,” beber Bahauddin.

Selain itu pasien kasus 02 BTG ini juga diketahui pernah kontak erat dengan teman kerjanya di Jakarta yang hasil rapid test-nya positif.

Usai hasil swab keluar dan dinyatakan positif, pasien kasus 02 BTG kini dirawat lebih lanjut di RSUD Taman Husada tanpa mengalami gejala. Pasien ini, sebut Bahauddin, tidak berasal dari klaster atau kelompok apapun.

“Seluruh keluarga di rumahnya sudah dites dan hasilnya negatif, serta sudah diisolasi mandiri. Namun untuk sopir travelnya saat ini masih belum bisa dihubungi,” tuturnya.

Kemudian pasien berikutnya dengan kode kasus 03 BTG, merupakan seorang laki-laki dengan klaster ijtima ulama Gowa. Pasien 03 BTG pernah kontak erat dengan kasus positif klaster ijtima gowa.

Pasien ini diketahui pernah melakukan perjalanan ke Gowa dan pulang menggunakan kapal KM Egon pada 28 Maret lalu. Yang bersangkutan tiba di pelabuhan Loktuan lalu pulang menggunakan mobil pribadi dan langsung melakukan kontak dengan keluarga.

Setelah dilakukan pencarian ke rumah yang bersangkutan, petugas medis memintanya untuk melakukan isolasi mandiri. Namun pasien ini malah tetap melakukan ibadah di masjid dekat rumahnya dan bertemu dengan orang lain serta mengunjungi tempat-tempat umum.

“Setelah ditetapkan OTG dan dilakukan pemeriksaan swab, hasilnya dinyatakan positif,” jelasnya.

Kini pasien kasus 03 BTG ini dirawat lebih lanjut di RSUD Taman Husada dengan kondisi stabil dan tidak ada gejala. Keluarganya pun kini diminta untuk patuh dan disiplin melakukan isolasi mandiri. Rumah pasien telah dilakukan penyemprotan disinfektan oleh Dinas Kesehatan.

Kasus ketiga terbaru juga seorang laki-laki dari klaster Gowa. Pasien dengan kode kasus 04 BTG ini diketahui memiliki riwayat perjalanan ke Gowa dan pernah melakukan kontak erat dengan kasus positif kluster ijtima gowa di Balikpapan.

Setibanya di Bontang, pasien kasus 04 BTG ini langsung melakukan kontak dengan keluarga. Usai dilakukan penelusuran oleh tim medis, yang bersangkutan diminta melakukan isolasi mandiri.

Namun dalam kesehariannya justru pasien kasus 04 BTG ini masih tetap bekerja sebagai marbot masjid dan mengajar mengaji di tiga masjid.

“Yang bersangkutan melakukan aktivitas seperti biasanya. Sempat beberapa kali bertemu teman, santri, dan mengunjungi tempat umum,” beber Bahauddin.

Setelah hasil pemeriksaan swabnya keluar dan dinyatakan positif, pasien kasus 04 BTG ini langsung diisolasi di RSUD dengan keluhan batuk. Keluarganya pun kini diminta untuk melakukan isolasi mandiri secara patuh dan disiplin.

“Kami minta siapa saja yang merasa pernah kontak dengan tiga orang tersebut, agar segera melapor ke PSC Call Center,” tutupnya. (***)

Reporter: Bambang Al-Fatih

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.