Yang Lain Sudah Penuh, Tiga Sekolah di Batam Ini Malah Kekurangan Calon Siswa

INTREN.ID, BATAM – Sejak berakhirnya masa penerimaan peserta didik baru (PPDB) pada 26 Juni 2020 lalu, masih terdapat ratusan hingga ribuan calon siswa SD dan SMP di Kota Batam yang belum tertampung di sekolah. Meski demikian, Wali kota Batam Muhammad Rudi menyampaikan terdapat tiga sekolah yang masih kekurangan calon siswa pada akhir masa PPDB lalu.

“Tiga sekolah itu di tingkat SMP yang berada di kecamatan Sagulung,” ucap Rudi, Kamis (9/7/2020).

Diuraikan, tiga sekolah tersebut yaitu SMP Negeri 44 Batam yang memiliki daya tampung 360 siswa, namun pendaftar hanya 225 siswa. Kemudian SMP Negeri 59 Batam dengan pendaftar hanya 79 siswa sementara daya tampung 144 siswa. Dan yang terakhir SMP Negeri 61 Batam, hanya terdapat 20 pendaftar sementara daya tampungnya mencapai 108 siswa.

Namun, untuk Kecamatan Sagulung secara keseluruhan memiliki daya tampung 2.592 siswa sementara pendaftar mencapai 2.992 siswa. “Jadi, yang belum tertampung ada 422 siswa yang mau masuk SMP negeri,” ungkapnya.

Kemudian Wali Kota Batam kembali mengambil keputusan menambah rombongan belajar (rombel) dan menambah kelompok belajar (pokjar). Selain itu, sekolah yang pendaftarnya membeludak akan diarahkan ke sekolah yang sepi pendaftar.

“Sudah saya instruksikan ke Kadisdik (Kepala Dinas Pendidikan, Red.) dan kepala sekolah yang ada di Sagulung untuk mendudukkan persoalan tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Kadisdik Batam, Hendri Arulan sesuai, instruksi Wali Kota Batam akan melakukan penambahan rombel dan pokjar. Di masing-masing sekolah akan menambah dua rombel. “Dan memaksimalkan jumlah kelompok belajar dari 36 siswa menjadi 40 siswa,” terangnya.

Jika ini diterapkan, untuk wilayah Sagulung dari semula 72 rombel menjadi 82 rombel. Kemudian, dari semula rencana daya tampung 2.592 siswa menjadi 3.280 siswa. Tiap sekolah, jelas Hendri, akan menambah rombel beragam dan paling banyak dua rombel.

“Yang SMP Negeri 61 (sekolah sepi pendaftar, Red.) dari dua rombel menjadi lima rombel dan daya tampungnya dari 108 menjadi 200 siswa,” urainya.

Menurut Hendri, langkah tersebut dinilai menjadi solusi jika orang tua memaksakan untuk menyekolahkan anak ke sekolah negeri. Kebijakan wali kota ini pun mendapat antusias. Namun masih ada warga yang mengeluh karena lokasi sekolah yang sepi peminat berlokasi jauh dari tempat mereka tinggal. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.