Wujudkan Program Desa Wisata lewat PISEW, Kepala Desa Suka Maju Apresiasi Perhatian Irwan, Berharap Memberi Manfaat bagi Masyarakat

INTREN.ID, SANGATTA – Desa Suka Maju, Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi salah satu dari sekian banyak desa di Indonesia yang menerima program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Hal ini tentu saja dapat mendorong terwujudnya program desa wisata di daerah itu.

Kepala Desa Suka Maju, Muhammad Usman mengucapkan terima kasih kepada anggota DPR RI Dapil Kaltim, Irwan yang telah memberikan perhatian khusus dalam pembangunan desa melalui program PISEW. Bersama Tim IR 1, Kahirudin, dia meninjau lokasi pembangunan embung wisata di Desa Suka Maju.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak DR H Irwan SIP MP, anggota Komisi V DPR RI di tahun 2022 ini, yang telah mengalokasikan program PISEW melalui kegiatan peningkatan lokasi embung wisata yang ada di Desa Suka Maju. Semoga dengan adanya program ini, dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung terwujudnya program desa wisata di Desa Suka Maju,” kata Usman.

Dia mengaku merasakan kehadiran sosok wakil rakyat melalui Irwan yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim itu, bersama Tim IR 1 dalam mendorong dan mendukung pembangunan yang ada di desa. Karena sebelumnya pada tahun 2020, Desa Suka Maju juga mendapatkan program Rehab Rumah Laik Huni.

“Harapan kami beliau selalu mendukung pembangunan di desa lewat program program yang ada di kementerian dan selalu menjalankan amanah yang telah dipercayakan oleh masyarakat Kaltim, khususnya masyarakat Kutim,” tutup Usman.

Untuk diketahui, tujuan program PISEW adalah menyediakan atau meningkatkan infrastruktur dengan pendekatan partisipasi masyarakat dalam skala kawasan, untuk meningkatkan sosial ekonomi wilayah.

Sementara, sasaran kegiatan program PISEW meliputi terbangunnya infrastruktur dasar skala wilayah kecamatan guna mendorong pengembangan sosial dan ekonomi lokal, berdasarkan potensi atau komoditas unggulan, yang dapat berupa infrastruktur transportasi, infrastruktur air minum dan sanitasi, infrastruktur penunjang produksi pertanian dan industri, serta infrastruktur peningkatan prasarana pendukung pemasaran pertanian, peternakan, perikanan, industri dan pendukung kegiatan pariwisata.

Selain itu, sasaran lainnya adalah meningkatnya kapasitas dan partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan, serta mendayagunakan sumber daya dan tenaga kerja lokal dalam pembangunan. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.