Warga RT 26 dan 27 Pasar Segiri Kini Lebih Kooperatif, Siap Mendukung Program Revitalisasi Sungai Karang Mumus

INTREN.ID, SAMARINDA – Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Samarinda, Sugeng Chairuddin memimpin jalannya Rapat Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Penanganan Dampak Sosial Segmen Pasar Segiri RT 26 dan 27 Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, di ruang rapat Wakil Wali Kota Samarinda, Senin (26/10/2020).

Diungkapkannya dalam rapat, saat ini warga yang bermukim di kawasan RT 26 dan 27 yang berlokasi di kawasan Pasar Segiri lebih kooperatif. Warga telah bersiap untuk pindah dari permukiman tersebut.

“Mereka memilih ikut dan mendukung program revitalisasi bantaran Sungai Karang Mumus (SKM). Tidak sedikit warga yang kini telah memberikan rekening untuk uang ganti rugi dan bersiap untuk mencari hunian baru,” ucap Sugeng.

Dikemukakannya, bersama Tim Satuan Tugas Terpadu telah melakukan tugasnya, yakni sosialisasi pada 22-26 Oktober lalu dan telah melakukan pendataan ulang sampai tanggal 26 Oktober.

“Beberapa status bangunan di RT 26 ada 24 bangunan dan tujuh bangunan di RT 27 statusnya menurut Kepala Dinas Perdagangan, adalah milik Pemkot Samarinda,” ungkap Sugeng.

Berdasarkan pembicaraan dengan warga bersama satgas, mereka meminta pemerintah untuk bisa memberikan kebijakan jangan dibongkar setelah pemilu berakhir. Tapi hal itu disanggah oleh Sugeng. Karena menurutnya, pembongkaran segmen Pasar Segiri tidak ada sangkut pautnya dengan politik.

“Sudah jelas itu tidak bisa alasannya. Pertama, pembongkaran tidak ada sangkut pautnya dengan politik. Kedua, pembuatan laporan SPJ terakhir itu di tanggal 11 Desember. Jadi semua pekerjaan harus selesai sebelum tanggal 11 Desember, baik itu pekerjaan ganti rugi, pembongkaran, dan pengerukan,” tegas Sugeng.

Sugeng dan seluruh jajaran Pemkot Samarinda mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada masyarakat Samarinda, khususnya RT 26 dan 27 karena lebih kooperatif dan mendukung program pemerintah.

Saat ini, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Samarinda menyusun jadwal persiapan hingga eksekusi pembongkaran kedua RT tersebut, termasuk di wilayah sungai mati di Kelurahan Temindung Permai yang juga ditargetkan penyelesaian dampak sosial rampung awal Desember. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.