Warga Kota Batam Adukan Adanya Biaya Simpan BPKB di Leasing, Utusan Sarumaha Berharap OJK Segera Bertindak

INTREN.ID, BATAM – Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Utusan Sarumaha menerima adanya pengaduan warga Kota Batam kepada pihaknya terkait adanya biaya penyimpanan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) di sejumlah leasing.

Disampaikannya, jika nasabah telat mengambil BPKB kendaraannya, maka dibebankan biaya penyimpanan BPKB dengan sistem hitung per hari. Bahkan ada masyarakat yang mengadu kepadanya biaya penyimpanan BPKB mencapai Rp 2,5 juta dalam waktu empat tahun.

“Belum lagi jika nasabah mempunyai tunggakan denda angsuran yang harus dilunasi untuk mendapat BPKB kendaraannya,” ucap Utusan, Kamis (7/10/2021).

Menurut Utusan, antara nasabah dengan leasing itu adalah hubungan simbiosis mutualisme. Di mana konsumen memberikan keuntungan kepada leasing, sementara leasing memberikan fasilitas kepada konsumen.

“Karena kan leasing punya hak prerogatif memutuskan diterima atau tidaknya pengajuan dari calon nasabah itu. Sehingga waktu posisi itu, mau tidak mau masyarakat mengikuti apa yang diinginkan oleh leasing,” ujar Utusan.

Menurutnya, biaya penyimpanan BPKB itu dibebankan kepada nasabah setelah cicilan selesai dan nasabah belum mengambil BPKB. Ketentuan yang diterapkan oleh leasing itu hal yang tidak wajar dan itu memberatkan masyarakat. Padahal untuk penyimpanan BPKB tersebut tidak memakan tempat dan juga tidak besar.

“Dalam hal ini kita harapkan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) tidak bersifat pasif dan harus ada pengawasan aktif terkait perjanjian-perjanjian seperti itu. Jangan biarkan leasing membuat perjanjian sesuka hatinya saja, ini harus ada evaluasi terhadap leasing yang ada di Kota Batam,” tegasnya.

Ketua Fraksi Hanura DPRD Kota Batam itu menambahkan, jika harus ada biaya penyimpanan BPKB itu kepada nasabah, tapi sebaiknya jangan dihitung per harinya. Karena itu sangat memberatkan masyarakat dan bahkan sama saja mencekik konsumen.

Lebih baik jika per bulan atau per tahun. Terkait hal tersebut dia berharap ada peninjauan ulang oleh pihak terkait. Sebab antara leasing dan konsumen itu sama-sama saling membutuhkan. Leasing tanpa konsumen maka tidak akan jalan dan tidak akan mendapatkan keuntungan.

“Leasing itu dapat profit karena ada konsumen. Aturan seperti ini hampir semua leasing yang menetapkan. Terkait ini kita akan lakukan RDP (rapat dengar pendapat) dengan pihak terkait. Bahkan kita akan sampaikan kepada OJK pusat,” pungkasnya. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.