Warga Batam Positif Corona Meninggal, Sempat Tarawih dan Bagi Sembako

Pemkot Lakukan Tracing Lacak Orang-Orang yang Pernah Kontak dengan Pasien

INTREN.ID, BATAM – Seorang warga Batam yang meninggal dunia, Sabtu (2/5/2020) lalu terkonfirmasi positif Covid-19 pada Selasa (5/5/2020) dari hasil pemeriksaan swab. Sebagaimana diungkapkan oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam, Muhammad Rudi.

Rudi menjelaskan, satu warga Batam yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut menjadi pasien nomor 35 di Kota Batam berinisial DD (57). Beralamat di kawasan Perumahan Bengkong, Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong, Batam.

Sebelumnya DD pernah masuk ke IGD RS Swasta di kawasan Batam Centre karena mengalami keluhan demam yang naik turun. Batuk kering, lidah terasa pahit, dan sesak nafas disertai nafsu makan yang berkurang pada tanggal 1 Mei 2020.

“Pasien juga mengatakan sebelumnya pernah dirawat di salah satu rumah sakit di kawasan Lubuk Baja pada tanggal 28 April 2020. Dengan keluhan yang sama, dengan status sebagai PDP (pasien dalam pengawasan, Red.),” ucap Rudi.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan RDT dengan kesimpulan non reaktif dan kondisinya membaik, pada 30 April 2020 pasien pulang kerumah atas permintaan sendiri untuk melakukan karantina secara mandiri.

Setelahnya, DD kembali dirujuk ke rumah sakit. Berdasarkan hasil anamnesa yang dilakukan di IGD di rumah sakit ini serta melihat kondisi tersebut, tim medis akhirnya melakukan perawatan di ruang isolasi, dan dilakukan pemeriksan Diagnostic Rontgen Thorak. Hasilnya DD dinyatakan Pneumonia, Kongestif Pulmonum dan Cardiomegaly.

Kemudian pasien dilanjutkan dengan pemeriksaan swab tenggorokan. Namun saat perawatan, kondisi yang bersangkutan terus mengalami penurunan hingga dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (2/5/2020) sekitar pukul 03.10 WIB dan langsung dimakamkan sesuai protokol jenazah Covid-19.

- ADVERTISEMENT -

“Tapi ada yang wajib kita ketahui. Bahwa yang bersangkutan setelah diperbolehkan pulang masih melakukan aktivitas salat tarawih berjemaah di masjid setempat dan juga melakukan pembagian sembako kepada masyarakat,” ujar Rudi.

Kini, tim surveilans harus bekerja lebih keras untuk bisa melakukan proses contact tracing terhadap semua orang yang ditenggarai berkontak dengan yang bersangkutan. Terutama di sekitar tempat tinggal dan lokasi aktivitas yang bersangkutan.

“Hal ini harus menjadi fokus kita, terlebih yang bersangkutan masih melakukan aktivitas yang berhubungan dengan masyarakat sekitar,” tegas Rudi.

Atas hal tersebut, dirinya juga menyatakan keprihatinannya atas kondisi Batam saat ini. Yaitu masih ada segelintir orang yang tidak mau berperan aktif melakukan perlawanan terhadap penyebaran virus covid-19.

“Kami dari pihak gugus tugas telah bekerja, dan hal itu tidak akan berjalan sukses tanpa adanya dukungan dari masyarakat, untuk mematuhi imbauan yang telah diberikan,” pungkasnya. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.