Wali Kota Batam Tegaskan Idulfitri 1441 H Tanpa Takbiran

INTREN.ID, BATAM – Wali Kota Batam Muhammad Rudi menegaskan tidak ada takbiran pada Idulfitri 1441 H ini. Dia juga menegaskan kembali peniadakan Salat Idulfitri di masjid, musala atau lapangan.

Hal tersebut dikatakannya setelah menghadiri Giat Vicon Gabungan antara Plt Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Kapolda Kepri dan Forkopimda di Lantai 3 ruang Vicon Polresta Barelang, Selasa (19/5/2020).

Keputusan ini dibuat karena kondisi Batam masih katagori zona merah. Yaitu masih adanya penambahan kasus virus corona baru (Covid-19) yang sangat signifikan. Sampai saat ini sudah mencapai 78 orang positif Covid-19.

“Imbauan tersebut berlaku di wilayah Mainland dan Hinterland Kota Batam,” ucap Rudi.

Kata dia, Umat muslim tetap bisa melakukan Salat Idulfitri di rumah masing-masing. Baik secara pribadi maupun berjemaah dengan anggota keluarga di rumah. Dan tidak melakukan takbiran keliling serta tidak ada Salat Idulfitri berjemaah di masjid dan musala.

Setelah melihat Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Surat Edaran Menteri Agama, hingga surat edaran Gubernur Kepri yang menyatakan bahwa Batam masih Zona Merah, maka dapat diambil keputusan untuk tetap beribadah di rumah.

- ADVERTISEMENT -

“Tentu kita kembali ke hukumnya. Kembalikan ke Fatwa MUI untuk yang zona merah berada di rumah. Bahkan MUI sudah mengeluarkan panduan khusus bagaimana melaksanakan Salat Idulfitri di rumah,” ungkapnya.

“Maka kami mohon semua umat muslim untuk bersabar, menahan diri. Semua untuk menjaga masyarakat tetap sehat terjaga dari virus ini,” imbuh Rudi.

Sementara itu Kapolresta Barelang AKBP Purwadi Wahyu Anggoro menyampaikan, pihaknya juga tidak melarang masyarakat Batam untuk ibadah. Melainkan melarang untuk berkumpul, agar semua pihak menahan diri sampai upaya penanganan Covid-19 ini selesai.

Purwadi bertutur, sebenarnya tidak tega untuk mengusir para jemaah yang tengah melaksanakan ibadah. Akan tetapi dia mengatakan satu hal yang harus dipahami bahwa Covid-19 ini tidak tahu mana ibadah yang wajib atau sunah.

“Saya telah merasakan betapa ganasnya virus tersebut, pada saat beberapa anggota polri terpapar. Maka dari itu, mari kita sama-sama mematuhi imbauan pemerintah,” harap Purwadi. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.