Wakil Rakyat Sebut Defisit karena Pemimpin Tak Konsisten, Said Anjas: Kutim Butuh Pemimpin Seperti Mahyunadi

INTREN.ID, SANGATTA – Kendati berstatus sebagai kabupaten kaya, namun defisit anggaran masih melanda Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Plt ketua DPD II Golkar Kutim, Said Anjas pun menyebut bahwa Kutim butuh pemimpin yang memiliki karakter kuat dan konsisten.

https://youtu.be/mWEJmGhfIRw

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kutim itu mengungkapkan, momentum pemilihan kepala daerah (pilkada) lima tahun lalu menjadi sebuah pengalaman. “Yang pasti, apalagi mengenai pilkada sekarang. Kita berkaca lima tahun yang lalu. Itu menjadi sebuah pengalaman, untuk menjadi indikator kita mencari pemimpin yang selanjutnya,” katanya.

Anggota DPRD Kutim itu berharap, pada kenduri demokrasi tahun ini dapat melahirkan pemimpin yang konsisten. “Harapannya, kita butuh pemimpin yang konsisten sepertinya. Karena kalau kita lihat masa lalu, ada kurang kliknya konsistensi antara visi dengan kenyataan. Kalau saya pribadi sih berharap, kita butuh pemimpin yang kira-kira punya momen kuat, yang sangat konsisten,” tegasnya.

Pemimpin yang konsisten itu, lanjut dia, berperan besar dalam menjalankan pemerintahan. Jika terjadi inkonsistensi dalam memimpin, maka program-program pembangunan di Kutim tidak akan berjalan.

“Kalau memang programnya ini, ya ini. Kalau mau dibikin itu, ya seperti itu. Yang ada kemarin kan seperti itu. Jadi agak sedikit berbeda apa yang mau direncanakan dengan apa yang terjadi. Sehingga agak sedikit rumit ya komunikasinya di lapangan. Kalau dari budgeting DPRD sendiri, anggaran yang sudah ditetapkan realisasinya berbeda dengan yang telah disahkan,” ungkapnya.

Menurut Said, itulah mengapa terjadi defisit anggaran di Kutim setiap tahunnya. Oleh karena itu, dia berharap pemimpin Kutim berikutnya harus memiliki komitmen dan konsistensi.

“Itu yang membuat kenapa terjadi defisit terus tiap tahun. Makanya kami berharap ada pemimpin yang kira-kira membuat suatu gebrakan atau perubahan, yang terjadinya program-program yang sangat konsisten, saya rasa,” tegasnya.

Menurutnya, Mahyunadi dianggap sangat cocok untuk memimpin Kutim. Karakter yang kuat dan konsistensi dimiliki Mahyunadi. Dia pun optimitis bahwa Mahyunadi-Kinsu akan membawa perubahan bagi Kutim.

“Saya rasa Mahyunadi paling cocok. Karena karakternya yang kuat. Karakternya kuat, dan orangnya sangat konsisten. Mahyunadi itu saklek. Sebenarnya pemimpin ini yang paling sip saya rasa. Karena kalau sudah A, ya A. Jadi enggak bisa B lagi. Mudah-mudahan Mahyunadi dan Lulu Kinsu ke depan bisa memimpin Kutim, bisa membuat perubahan, dan bisa lebih konsisten lagi membangun Kutim,” tutupnya.

Membangun Kutim ke depan tidaklah mudah. Di tengah meningkatnya angka kemiskinan, banyaknya infrastruktur jalan yang rusak, kualitas pendidikan yang harus ditingkatkan, fasilitas kesehatan yang belum merata, hingga kesejahteraan masyarakat harus diselesaikan. Jika salah memilih pemimpin pada 9 Desember mendatang, harapan untuk menikmati program-program tersebut di atas akan sirna.

Oleh karena itu, dibutuhkan pemimpin yang memiliki kualitas, pengalaman, dan paham dengan kondisi masyarakat. Kehadiran masyarakat dalam rangka membawa Kutim untuk perubahan sangat dibutuhkan. Syaratnya adalah, pada tanggal 9 Desember mendatang, coblos nomor satu, Mahyunadi-Kinsu. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.