Wakil Ketua Kadin Tanjung Pinang Menduga Ada Jaringan Kartel Kejahatan Perizinan di Kepri

INTREN.ID, TANJUNG PINANG – Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tanjung Pinang, Andi Cori Patahudin menduga ada kartel kejahatan dalam pengurusan izin di Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kepulauan Riau (PTSP Kepri). Hal ini di ungkapkannya karena merasa didiskriminasi dalam peroses perizinan usaha yang diajukannya.

Dijelaskan kepada wartawan saat konferensi pers di Hotel Sampurna Jaya, Tanjung Pinang, saat ini pihaknya sedang membangun resor wisata di Pulau Katang, Kabupaten Lingga seluas lebih dari 200 hektare, yang saat ini sedang dalam pengerjaan.

“Saat pengurusan segala perizin di Kabupaten Lingga, kami diterima dengan baik dan bisa diselesaikan dalam waktu tiga hari saja. Setelah itu ada juga perizinan yang harus kami uruskan di provinsi, di sinilah masalah timbul. Kami merasa ada diskriminasi,” katanya.

Diskriminasi yang di maksud yakni, ketika pihaknya mengajukan izin ke PTSP Kepri pada tanggal 14 Mei, tidak ada jawaban bahkan sampai saat ini tidak selesai.

“Sementara itu ada rekanan kami yang juga mengajukan izin pada tanggal 17 Mei malah bisa diselesaikan dan diberi izin. Mereka clear, kita malah tidak ada jawaban sama sekali,” katanya.

- ADVERTISEMENT -

Pihaknya melihat di dalam pengurusan izin di PTSP itu ada pintu-pintu, ada pintu A, pintu B, ada juga pintu C. Jadi setiap pintu ini beda-beda penangananya.

“Kami yang mengurus di pintu A dan pintu B ini tak selesai, sementara itu rekanan kami yang sama-sama mengurus juga mereka lewat pintu C sudah clear semua. Jadi saya menilai macam ada kartel kejahatan dalam pengurusan izin di PTSP ini. Hal ini tidak bisa di biarkan harus di bongkar,” tegasnya di hadapan wartawan

Sementara itu, rencananya Andi Cori juga akan meminta perhatian Gubernur Kepri maupun Sekda Kepri terkait adanya dugaan kongkalikong pengurusan izin di PTSP Kepri ini.

“Pak Gubernur dan Pak Sekda juga harus tahu permasalahan ini. Tak boleh dibiarkan, harus dibongkar. Kami ini pengusaha pribumi. Mata kami bulat, kulit kami hitam, apakah layak kami diperlukan seperti ini,” tegasnya lagi.

Jumpa pers yang berlangsung di Hotel Sampurna Jaya ini juga dihadiri sejumlah organisasi masyarakat (ormas) dan organisasi kepemudaan (OKP) yang ada di Kabupaten Lingga, juga tokoh pemuda yang secara tegas mendukung masuknya investasi di Kabupaten Lingga ini. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.