Wabah Corona Ajarkan Pemerintah Tidak Tergantung Asing

Menteri BUMN Minta Kemandirian dan Jaga Rantai Pasokan

INTREN.ID, JAKARTA – Wabah virus corona baru (Covid-19) mengajarkan untuk tidak sepenuhnya bergantung pada negara asing. Hal ini diungkapkan Menteri BUMN Erick Thohir.

“Walaupun kita juga tidak boleh anti asing,” ujar Erick Thohir dalam perayaan ulang tahun ke-22 Kementerian BUMN, Senin (13/4/2020).

Laporan suatu media asing, kata Erick, menyebutkan terdapat beberapa fondasi dalam menjalankan perusahaan termasuk BUMN. Yaitu kemandirian dan menjaga rantai pasokan.

“Tapi semua program itu tidak ada artinya kalau kita tidak introspeksi diri. Karena itu, saya berharap fondasi tadi, termasuk akhlak, kita jalankan,” urainya.

Erick mengaku menyiapkan program talent session di perusahaan milik negara. Tujuannya dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

- ADVERTISEMENT -

“Program-program sudah ada. Bagaimana kami ke depan menerapkan talent session. Ini bagian dari update kualitas. Sebagai kementerian tidak boleh terjebak dari birokrasi,” tuturnya.

Berdasarkan laporan sejumlah pakar independen selama tujuh bulan ini, hanya 10 persen BUMN yang mampu berdiri sendiri. Kenyataannya, 68 persen perusahaan di BUMN siap bahkan dianjurkan untuk bisa konsolidasi.

“Hanya 10 persen bisa berdiri tegak, lainnnya tidak siap,” ungkap Erick.

Pandemi disebut Covid-19 dapat mendorong BUMN menjadi lebih baik. Akhlak, sebut Erick, mesti menjadi pondasi utama dalam mendorong hal tersebut.

“Saya ingin semua ada perubahan. Karena dengan Covid-19 kita belajar sesuatu yang baru. Fondasi kita akhlak, bukan hanya disebut namun juga dilaksanakan,” pungkasnya. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.