Viral Penampakan Mirip Semar di Erupsi Merapi, Pertanda Apa?

INTREN.ID, YOGYAKARTA – Jagat dunia maya kembali heboh. Musababnya adalah beredarnya foto gumpalan awan erupsi Merapi yang menyerupai Semar, sosok lakon dalam pewayangan yang erat dengan budaya Jawa.

Kemunculan sosok Semar dianggap sebagai pertanda baik. Lebih tepatnya pertanda Pageblug. Menurut kepercayaan Jawa-Mataram, Pageblug adalah istilah Jawa yang digunakan untuk menyebut bencana.

“Itu artinya ada Pageblug (bencana). Dengan kemunculan awan panas Gunung Merapi (berapi) menyerupai wajah Eyang Semar, menandakan bencana (Pageblug) yang melanda Nusantara akan segera berakhir,” demikian tulis salah seorang netizen di akunnya.

Lantas, Pageblug yang dimaksud dikaitkan dengan wabah Covid-19 alias corona. Pasalnya, Indonesia dan ratusan negara di dunia sedang dihantam wabah virus itu. “Semoga Covid-19 akan segera berlalu dari bumi Nusantara. Aamiin,” tulis netizen lagi.

Unggahan ini viral dan menjadi perbincangan di media sosial. Tetapi, kebenaran mengenai keberadaan awan tersebut belum dapat dipastikan.

“Nek wabah pengene ya ndang berakhir…bakulan bubruk nek ngne terus…. (Kalau wabah inginnya segera berakhir, jualan hancur kalau seperti ini terus),” tulis netizen lain.

- ADVERTISEMENT -

Banyak yang percaya bahwa munculnya Semar merupakan pertanda hal baik akan datang. Dr Purwadi, ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara yang juga dosen pengajar di UNY mengatakan, Merapi punya peran bagi kehidupan manusia. Lahar dan lava menjadi contoh bagaimana Merapi memberikan kehidupan.

“Gunung Merapi adalah kembaran Gunung Merbabu. Ibaratnya Merapi laki-laki, Merbabu wanita. Setiap empat tahun sekali, Merapi memberi hadiah untuk umat manusia. Berwujud lahar-lava yang memberi keberkahan bagi mahluk hidup. Ini ditulis dalam Kitab Pustaka Raja oleh Pujangga Keraton Surakarta Hadiningrat yang bernama Raden Ngabehi Ranggawarsita yang ngerti sakdurunge winarah, mengetahui sebelum hal itu terjadi,” ungkapnya.

Merapi berada dalam kekuasaan Syekh Jumadil Kubro, yang dikenal dengan nama Mbah Petruk. Sangat beralasan ketika munculnya sosok Semar dinilai sebagai pertanda bai.

“Dikabarkan pada 27 Maret 2020 Merapi mengeluarkan letusan. Dari awan letusannya terlihat Semar, ini pertanda kondisi akan membaik karena Semar dikenal sebagai pamomong sejati. Orang-orang di Yogyakarta akan menemukan kebahagiaan mereka, hidup menjadi lebih tertata. Masyarakat cukup sandang dan pangannya. Sudah saatnya berbahagia tanpa ada halangan,” sambung Purwadi.

Masa bahagia atau hilangnya Pageblug ini, kata Purwadi, termasuk corona yang membuat waswas. Semar yang memang dipercaya sebagai satria utama datang untuk menyelesaikan persoalan. (***)

 

Editor: Guntur Marchista Sunan

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.