Vaksinasi untuk Anak Usia 6 Tahun Mulai Digeber, Safaruddin Minta Kaltim Dapat Perhatian Khusus

INTREN.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah mulai melakukan vaksinasi Covid-19 untuk anak berusia 6 tahun. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan herd immunity masyarakat, demi mengakhiri pandemi akibat virus beralias corona itu. Beberapa provinsi sudah memenuhi syarat untuk menjalankan vaksinasi, termasuk Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Anggota DPR RI Dapil Kaltim, Irjen Pol (Purn) Drs H Safaruddin mengapresiasi upaya pemerintah dalam rangka mempercepat upaya vaksinasi tersebut. Dirinya pun optimistis bahwa target 26,5 juta anak mendapatkan vaksin tercapai secara bertahap.

“Vaksinasi memang harus digencarkan untuk memperkuat herd immunity. Mengingat aktivitas belajar mengajar sudah mengarah ke tatap muka, tentu kekebalan anak didik harus diperkuat,” kata anggota Komisi III DPR RI yang membidangi persoalan hukum, keamanan, dan hak asasi manusia itu.

Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim itu meminta agar pemerintah pusat menjadikan Bumi Etam sebagai salah satu provinsi prioritas. Salah satu alasannya adalah cakupan vaksinasi dosis 1 di atas 70 persen. Di samping itu, cakupan vaksinasi lanjut usia (lansia) sudah di atas 60 persen.

“Masyarakat Kaltim menunjukkan partisipasinya dalam mencegah penyebaran Covid-19. Mereka secara sukarela mengikuti vaksinasi dan memiliki komitmen tinggi untuk menerapkan protokol kesehatan. Hal itu dibuktikan dengan cakupan vaksinasi yang melebihi target,” kata Kapolda Kaltim 2015-2018 itu.

Dia berharap, dengan semakin banyaknya masyarakat yang menerima vaksin, dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kaltim. Hal ini mengingat terus dipersiapkannya Kaltim sebagai ibu kota negara (IKN).

Sebagaimana diketahui, vaksin yang digunakan untuk anak sementara ini adalah milik Sinovac. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah mengeluarkan Emergency Use Authorization (EUA). Sebanyak 6,4 juta dosis vaksin Sinovac yang akan digunakan hingga akhir bulan ini.

Sinovac mulai tahun depan, lanjut Maxi, hanya akan digunakan untuk dosis anak. Itu menjadi catatan sehingga untuk vaksin non-Sinovac akan diprioritaskan untuk sasaran selain anak usia 6 sampai 11 tahun. Sementara untuk vaksinasi booster akan menggunakan vaksin jenis lain. Sejauh ini, Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) masih mengkaji vaksinasi booster atau dosis ketiga. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.