- ADVERTISEMENT -

- ADVERTISEMENT -

Utamakan Proses Pembelajaran yang Efektif di Tengah Pandemi

Oleh Farkhan Evendi, Ketua Umum Bintang Muda Indonesia

INTREN.ID, JAKARTA – Tahun ajaran baru 2020/2021 resmi dimulai minggu kemarin. Sejumlah sekolah dan lembaga pendidikan yang berada di zona hijau Covid-19 telah membuka kembali proses belajar mengajar secara tatap muka.

Akan tetapi hal ini tetap memunculkan kekhawatiran yang sangat tinggi apabila muncul klaster baru di sekolah atau lembaga pendidikan. Oleh karena itu seharusnya pemerintah sudah mempersiapakan protokoler kesehatan di sekolah dan antisipasi penanganan apabila muncul klaster baru dengan membentuk tim pengawasan terlebih dahulu.

Ketika dengan terbentuknya tim dari Kementerian Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) pengawasan pelaksanaan pendidikan akan mempermudah dan mengantisipasi penularan dan munculnya klaster baru.

Dengan mulai ajaran baru 2020/2021 ini seharusnya tim sudah terbentuk untuk melakukan pengawasan yang ketat dan pengawalan dari awal. Dalam pelaksanaan di lapangan tim ini benar-benar serius melakukan pengawasan secara detail.

Jika ditemukan sekolah yang tidak menerapkan protokol kesehatan yang ketat maka perlu diambil tindakan tegas. Karena dengan adanya protokoler kesehatan di sekolah kemungkinanan bisa mengurangi penyebaran dan bisa terlaksana pembelajaran yang efektif.

Ketika dirasa proses pembelajaran tidak efektif dan risiko tinggi karena status yang dinamis itu kita minta Kemendikbud untuk mengambil langkah cepat dan tepat. Termasuk memberhentikan kegiatan belajar mengajar (KBM) ketika protokol kesehatan tidak bisa dilaksanakan di sekolah.

Dan langsung minta menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) saja. Kita memang menyetujui dibukanya sekolah di zona hijau. Akan tetapi, dengan catatan protokol kesehatan harus diikuti.

Memang untuk zona hijau pemerintah menyepakati dibuka untuk melalakukan proses KBM dengan tatap muka, tapi memang harus ditinjau kembali kesiapan dalam protokol kesehatannya dan bisa dipastikan oleh pihak sekolah.

Mulai pengadaan tempat cuci tangan, sabun cuci tangan, masker, hand sanitizer, dan seterusnya. Apabila rapit test dirasa sangat dibutuhkan maka juga harus dilaksanakn oleh pihak sekolah yang dibantu Dinas Kesehatan (Dinkes) daerah setempat.

- ADVERTISEMENT -

Kemudian, jika zona risiko penularan virus corona sangat dinamis maka harus segera memberikan Langkah cepat dan tepat. Untuk mencegah supaya sekolah tidak menjadi sumber penularan, maka protokol kesehatan harus diterapkan.

Selain peserta didik, wali murid juga harus diedukasi terkait proses pembelajaran baik yang melaksanakn KBM dengan tatap muka pada zona hijau serta mengikuti protokoler kesehatan dan bagi wali murid yang anaknya melakukan pembelajaran dengan PJJ.

Karena proses pembelajaran di masa pandemi ini perlu diseimbangkan antara kesahatan dan kebutuhan pendidikan bagi siswa-siswi sekolah untuk menjadi kestabilan dalam dunia pendidikan.

Bagi tenaga pengajar juga harus mengedepankan protokoler kesehatan terlebih dahulu dan mengutamakan proses pembelajaran yang efektit daripadi terlalu memaksakan kopetensi.

Tenaga pengajar juga harus bisa berkomunikasi dengan wali murid dengan baik supaya bisa berjalanya proses belajar yang efektif, akan tetapi pihak sekolah dan dinas terkait harus memperhatikan juga kesulitan tenaga pengajar dan slalu mendampingnya. Supaya tidak menambah masalah yang serius dalam proses pembelajaran yang ada dan bisa berjalannya proses pendidikan yang efektif.

Kemudian pendidikan yang efektif ini menjadi salah satu proses yang diharapkan semua pihak, baik sekolah, guru, wali murid, murid, dan lain-lain.

Karena itu, pendidikan tidak boleh berhenti dan pendidikan harus fleksibel di kondisi pandemi seperti ini. Melihat kondisi yang ada pihak sekolah dan guru harus kreatif supaya proses belajar bisa efektif dan pemerintah pusat sampai daerah harus juga memfasilitasi kebutuhan proses belajar. Karena peserta didik kita adalah asset bangsa yang harus dicerdaskan oleh semua pihak

Kami berharap dengan adanya pandemi ini menjadi pelajaran bagi semua elemen yang ada dalam dunia pendidikan agar lebih cepat tanggap dan bisa memeberikan solusi kongkrit bagi kebutuhan rakyat dan negara.

Perlu diingat kembali kita tidak ada yang tahu kapan pandemi ini selesai maka dari itu kita semua harus saling komunikasi agar ada sinergitas anatara semua pihak supaya semua bisa berjalan dengan baik dan aman. (***)

 

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.