Usai Evakuasi WNI dari Wuhan, Batik Air Jalani Proses Sterilisasi

INTREN.ID, NATUNA – Pesawat Airbus 330-300CEO milik maskapai Batik Air yang mengangkut 238 warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Tiongkok, mulai menjalani fase pembersihan, sterilisasi, penyemprotan, penggantian saringan udara kabin, dan perawatan berkala selama beberapa hari.

“Batik Air bekerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Batam, TNI Angkatan Udara, pusat perawatan pesawat Batam Aero Technic (BAT) member of Lion Air Group dan pihak terkait, dalam upaya memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan sesuai standar operasional,” kata Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro.

Airbus 330-300CEO  tersebut disemprot cairan multiguna pembunuh kuman, bakteri, viru, dan lainnya (disinfectant spray) oleh KKP yang berlangsung kurang lebih 120 menit. Pekerjaan mencakup di kabin, kokpit, dan kompartemen kargo bagian bawah pesawat.

Setelah pesawat dilakukan sterilisasi oleh pihak berwenang, KKP, dan TNI AU memberikan izin kepada tim BAT untuk melakukan penggantian High Efficiency Particulate Air (HEPA) filter, yaitu alat penyaring untuk sirkulasi udara dalam pesawat.

“Prosedur tersebut sesuai anjuran Airbus, dikarenakan siatem HEPA sangat efektif untuk menyaring virus dalam sirkulasi udara kabin pesawat. Semua HEPA filter yang sudah dilepas, selanjutnya dibungkus menggunakan pembungkus khusus untuk diserahkan kepada pihak yang berwenang guna pemusnahan dengan cara dibakar,” jelas Danang.

- ADVERTISEMENT -

Setelah dinyatakan steril oleh KKP, Airbus 330-300CEO ditarik ke hangar Batam Aero Technic untuk tahapan jadwal perawatan pesawat berkala.

“Batik Air mengucapkan terima kasih atas dukungan, kerja sama dan bantuan dari KKP, TNI AU, pengelola bandar udara, Batam Aero Technic serta berbagai pihak sehingga proses berjalan lancar,” ucapnya.

Sebagai informasi, “Misi Kemanusiaan Batik Air” dalam mendukung negara dan program pemerintah telah beroperasi sesuai standar keselamatan penerbangan dengan prinsip-prinsip kesehatan.

Batik Air penerbangan ID-8618 membawa 18 kru dan 30 tim medis pada Sabtu (01/ 02). Pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang pukul 13.00 waktu setempat dan tiba di Bandara Internasional Tianhe Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok pada 19.00 waktu setempat.

Penerbangan bernomor ID-8619 rute Bandara Internasional Tianhe Wuhan tujuan Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau berangkat pada 04.30 waktu setempat dan sudah mendarat normal di Batam pukul 08.30 WIB (Waktu Indonesia Barat, GMT+ 07) pada Minggu (02/ 02).

Selanjutnya, seluruh penumpang dan awak pesawat dikirim ke pangkalan TNI di Natuna untuk menjalani proses observasi. “Batik Air berupaya dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dengan senantiasa mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan,” tutupnya. (red)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.