Upaya Pengiriman Tembakau Gorila dari Jakarta ke Batam Tepergok Bea Cukai, Pelaku Terancam Hukuman Mati

INTREN.ID, BATAM – Dari 347 penindakan yang dilakukan Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Kota Batam hingga 31 Agustus 2021, 13 di antaranya adalah penindakan atas peredaran Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor (NPP).

Kepala Seksi Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Undani mengatakan, barang bukti yang diamankan selama penindakan meliputi 8.932 gram sabu-sabu, 65.670 butir ekstasi, 220 butir happy five, 2,77 gram kokain,7,25 gram ganja, dan 5,80 gram tembakau gorila.

Penindakan tembakau gorila merupakan penindakan terhadap barang kiriman yang akan dikirimkan dari Jakarta ke Batam, Sabtu (7/8/2021).

Dia menjelaskan, penindakan tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat dan hasil kerja sama analisis Bea Cukai Batam, Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh, serta Tim K-9 Bea Cukai Batam.

“Tanggal 07 Agustus 2021, sekira pukul 10.30 WIB, di Tempat Penimbunan Sementara (TPS) DNL, Tim K-9 bersama-sama dengan pegawai perusahaan jasa titipan (PJT) memeriksa barang yang sebelumnya telah diatensi berdasarkan informasi dari masyarakat dan hasil analisis,” ungkap Undani, Jumat (17/9/2021).

Diketahui paket kiriman tertera nama pengirim MM, dengan penerima inisial M yang beralamat di sebuah perumahan di daerah Tembesi, Kota Batam.

“Anjing K-9 memberikan respon ketika memeriksa paket tersebut, selanjutnya dilakukan pemeriksaan lebih mendalam bersama kuasa barang dengan cara membuka isinya,” lanjut Undani.

Petugas mendapati dua bungkus ziplock berisi irisan daun yang diduga merupakan tembakau gorila atau marijuana sintetis sebanyak 5,8 gram.

“Terhadap barang bukti diserahterimakan ke Polresta Barelang untuk proses lebih lanjut,” pungkas Undani.

Upaya penyelundupan tembakau gorila tersebut dapat dijerat dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 114 Ayat (2) dan/atau Pasal 112 Ayat (2) juncto Pasal 132 Ayat (1) dengan ancaman pidana mati/penjara seumur hidup, atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, serta pidana denda maksimum Rp 10 miliar. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.