Unjuk Rasa di Amerika Kian Meluas, Menjurus Kerusuhan dan Penjarahan

INTREN.ID, WASHINGTON – Kematian George Floyd membuat masyarakat Amerika Serikat murka. Aksi solidaritas meluas. Jam malam yang diterapkan pemerintah tak mampu meredam aksi tersebut.

Bahkan demonstrasi menjurus pada kekerasan dan penjarahan. Sebanyak 13 negara bagian sudah mengerahkan National Guard untuk membantu aparat lokal dalam menangani demonstrasi itu.

Aksi semakin memanas lantaran beredar video mobil polisi menabrak kerumunan massa di New York. Sontak kejadian itu justru membuat pendemo makin brutal.

Di beberapa negara bagian seperti Dallas hingga New York, ratusan pendemo ditahan. Tak ada yang tahu apakah demonstrasi ini ada yang mendalangi.

- ADVERTISEMENT -

“’Tak ada yang tahu siapa dalang di balik aksi kekerasan. Yang pasti demo merupakan buntut dari kekesalan masyarakat atas kasus rasisme yang terjadi berulang-ulang,” tegas Ketua Poor People’s Campaign, William Barber.

Kasus yang menimpa Floyd bukan kebrutalan polisi terhadap warga kulit hitam pertama. Kasus lain seperti Michael Brown di Ferguson hingga Eric Garner di New York. Gerakan Black Lives Matter pun muncul.

Floyd tewas di tangan polisi Minneapolis lantaran diduga bertransaksi menggunakan uang palsu USD 20. Dalam sebuah video yang viral terlihat Floyd diborgol dan dijatuhkan ke aspal. Seorang polisi menekan leher Floyd dengan lutut hingga akhirnya tewas. (***)

 

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.