Tolak RUU Cipta Kerja, Buruh Batam Ancam Bakal Lakukan Mogok Kerja

INTREN.ID, BATAM – Dengan masih berlangsungnya pembahasan Rancangan Undang-Undangan (RUU) Cipta Kerja di DPR RI, seluruh buruh yang tergabung dalam aliansi Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Batam sepakat bakal melakukan aksi mogok kerja. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap RUU tersebut

Panglima FSPMI Kota Batam Suprapto mengungkapkan aksi mogok kerja tersebut akan dilaksanakan sejak Selasa (6/10/2020) hingga Kamis (9/10/2020). Kata dia, hal tersebut sesuai instruksi nasional, yang mana buruh yang tergabung ke dalam FSPMI Kota Batam akan melakukan perlawanan penolakan RUU Omnibus Law Cipta Kerja dengan cara mogok kerja.

“Sebab ini harus kami lakukan karena pemerintah dan DPR RI enggak mau mendengarkan aspirasi buruh/pekerja,” ucap dia kepada intren.id, Senin (5/10/2020).

Menurutnya jika RUU Cipta Kerja ini disahkan, maka para buruh akan menjadi budak di negeri sendiri. “Hingga sampai saat ini tidak ada kepastian masa depan tentang bagaimana nasib buruh/pekerja ke depannya. Dan ini akan menjadikan neo-liberalistik dan kapitalis merajalela di negeri ini,” tegasnya.

- ADVERTISEMENT -

Lanjut Suprapto, pihaknya akan mengajak seluruh anggota FSPMI Batam untuk melakukan aksi tersebut sebagai bentuk penolakan. “Nanti pekerja akan melakukan aksi mogok kerja di depan masing-masing perusahaannya, dan kami telah sampikan pemberitahuan ini kepada pihak kepolisian,” ungkapnya.

Kata Suprapto, sejumlah anggota DPRD kota Batam juga menyampaikan dukungan nya kepada buruh kota Batam perihal adanya penolakan pembahasan Rancangan Undang-Undangan (RUU) Cipta Kerja. “Dan saat ini kaum buruh/pekerja berjuang sendiri melawan kezaliman,” pungkasnya. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.