Tiongkok Bakal Borong 200 Juta Ton Batu Bara Tahun Depan, Nilainya Tembus Rp 20,6 Triliun

INTREN.ID, JAKARTA – Tiongkok menyetujui pembelian batu bara Indonesia sebesar USD 1,46 miliar atau setara Rp 20,6 triliun. Komitmen itu tertuang dalam perjanjian kerja sama antara Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI-ICMA) dengan CCTDA (China Coal Transportation and Distribution).

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Agung Pribadi mengungkapkan, hasil kesepakatan akan mendongkrak nilai batu bara yang sempat mengalami kelesuan di tengah pandemi Covid-19.

“Saya optimistis komoditas batu bara akan kembali bergairah menyusul adanya kerja sama ini. Sebuah momen positif untuk mengembalikan realisasi produksi sesuai dengan proyeksi yang ditetapkan,” ungkap Agung.

Menurutnya, ini merupakan bagian dari kesepakatan untuk meningkatkan kerja sama antara kedua negara untuk mencapai volume perdagangan 200 juta ton di tahun 2021. Selain menyepakati kebijakan ekspor jangka panjang, kerja sama itu juga memfasilitasi para produsen batu bara di Indonesia dengan pihak pembeli di Tiongkok.

Agung melanjutkan, kerja sama itu juga diyakini akan meningkatkan perdagangan bilateral kedua negara. Saat ini pemerintah Indonesia juga sedang menggalakkan program hilirisasi. Hal itu merupakan langkah maju untuk membantu perekonomian dan mendorong energi hijau.

Dia menjelaskan, kerja sama itu berawal dari hasil kunjungan kerja pemerintah Indonesia ke Tiongkok yang diwakili oleh Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi beberapa bulan lalu. Upaya ini merupakan langkah konkret pemerintah Indonesia dan Tiongkok dalam merayakan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

“Kebijakan hilirisasi batu bara ini dapat dimanfaatkan sebagai peluang investasi bagi investor dari Tiongkok yang dikenal sudah sangat maju dalam penguasaan teknologi pengolahan batu bara termasuk gasifikasi,” tegas Agung.

Ketua Umum APBI, Pandu Sjahrir mengapresiasi dukungan dari pemerintah dalam mendorong kerja sama perdagangan dan investasi di sektor industri batu bara. Pandu menyebut, industri batu bara merupakan industri yang berkontribusi signifikan tidak hanya bagi penerimaan negara tetapi juga bagi ketahanan energi nasional.

“Dengan kerja sama ini, produsen batu bara nasional optimistis menatap tahun 2021 meskipun pasar batu bara global diperkirakan belum akan pulih sepenuhnya seperti di tahun 2018-2019,” ungkap Pandu.

Berdasarkan data, total ekspor Indonesia ke Tiongkok untuk produk batu bara, khususnya HS 2702, HS 2701, dan HS 2704 untuk periode Januari-September 2020 mencapai USD 4,9 miliar. Jumlah itu menurun dibandingkan dengan total ekspor tahun 2019 dalam periode yang sama, sebesar USD 5,8 miliar. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.