Tiga Narapidana Tewas Usai Pesta Miras Oplosan di Lapas Samarinda, Safaruddin: Kasus Ini Harus Diusut Tuntas

INTREN.ID, SAMARINDA – Tiga narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Samarinda tewas usai menggelar pesta minuman keras (miras) oplosan. Satu orang dilaporkan masih menjalani perawatan di RSUD AW Sjahranie Samarinda. Mereka menenggak minuman energi sasetan rasa buah, dan dicampur hand sanitizer.

Anggota DPR RI Dapil Kaltim, Irjen Pol (Purn) Drs H Safaruddin menyayangkan adanya musibah tersebut. Apalagi kejadiannya berada di dalam lapas yang notabene mendapat pengawasan dari petugas. Dia pun mempertanyakan, bagaimana korban bisa menggelar pesta miras di dalam lapas dan luput dari pengawasan petugas.

“Kasus ini harus diusut tuntas. Apakah ada unsur kelalaian atau pengabaian SOP (standard operating procedure) di internal lapas, atau ada faktor lain. Karena TKP (tempat kejadian perkara) di dalam lapas, tentu ini menjadi atensi kami di Komisi III DPR RI,” kata anggota Komisi III DPR RI yang membidangi persoalan hukum, keamanan, dan hak asasi manusia itu.

Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim itu menegaskan, lapas merupakan tempat membina warga yang terjerat pidana. Tujuannya adalah mendidik warga binaan pemasyarakatan (WBP) agar lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan yang diperbuat terdahulu. Dia pun mendorong agar ada evaluasi menyeluruh di internal lapas.

“Sembari menunggu hasil penyelidikan kepolisian, Kemenkum-HAM (Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia) harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SOP di lapas. Jangan sampai ke depannya, kejadiaj serupa (pesta miras oplosan, Red.) terjadi lagi di dalam lingkungan lapas,” tegas Kapolda Kaltim 2015-2018 itu.

Diberitakan, polisi sedang menunggu hasil autopsi terhadap ketiga korban tewas tersebut. Hingga saat ini, jumlah saksi yang telah dimintai keterangan Koprs Bhayangkara sudah lebih 13 orang. Setelah hasil autopsi keluar, nanti disesuaikan dengan keterangan dari para saksi tersebut. Hasilnya dijadwalkan keluar 14 hari setelah pemeriksaan terhadap tiga jenazah dilakukan. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.