Tiga Kapal Ikan Asing Diamankan KKP di Selat Malaka

Perjadi Peningkatan Pencurian Selama Pandemi Covid-19

INTREN.ID, BATAM – Kapal Ikan Asing (KIA) ilegal di perairan Indonesia kembali ditangkap pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Penangkapan dilakukan KKP melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) 571-Selat Malaka, Ahad (12/4/2020).

Rilis dari Humas Ditjen PSDKP menyatakan, penangkapan dilakukan dua kapal pengawas. Yaitu Kapal Pengawas Perikanan Hiu 03 yang dinakhodai oleh Captain Ardiansyah dan Kapal Pengawas Perikanan Hiu 04 yang dinakhodai oleh Captain Rusdianto.

“Kami mengonfirmasi penangkapan yang dilakukan oleh Kapal Pengawas Perikanan KKP terhadap tiga KIA ilegal di Selat Malaka,” ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo.

Ketiga KIA tersebut menggunakan bendera Malaysia saat melakukan Ilegal Fishing. Di dalamnya terdapat 14 anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan Myanmar yang diamankan para personel dari PSDKP Batam.

“Ketiga kapal tersebut melakukan kegiatan penangkapan ikan secara ilegal di WPP-NRI tanpa dilengkapi dengan dokumen perikanan. Selain itu kapal-kapal tersebut juga mengoperasikan alat penangkapan ikan trawl,” terang Edhy.

Untuk proses hukum lebih lanjut, ketiga KIA tersebut akan diproses secara ad hoc ke Pangkalan PSDKP Batam. Edhy juga memastikan penangkapan oleh Kapal Pengawas Perikanan tersebut sudah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk Memorandum of Understanding (MoU) on Common Guideline antara Pemerintah Indonesia dan Malaysia.

Dalam 24 jam sebelumnya, KKP juga berhasil mengamankan lima Kapal Ikan Asing (KIA) ilegal di Laut Natuna Utara dan Laut Sulawesi. Rentetan penangkapan KIA pelaku illegal fishing ini merupakan penegasan bahwa di era Menteri Edhy Prabowo, KKP tetap konsisten dalam melindungi sumber daya laut Indonesia.

- ADVERTISEMENT -

Terbukti dalam waktu 1,5 bulan terakhir, KKP berhasil penangkapan 19 KIA ilegal meski di masa tanggap darurat pandemi virus corona baru (Covid-19).

”Kami sama sekali tidak mengurangi intensitas operasi pengawasan di laut. Ini komitmen dan konsistensi KKP bahwa sumber daya kelautan dan perikanan harus kita lindungi dalam kondisi apapun”, tegas Edhy.

Pihaknya juga menyoroti tren peningkatan kegiatan pencurian ikan di wilayah perairan Indonesia selama pandemi Covid-19. Sebagaimana diketahui, sebelumnya KKP juga telah melakukan serangkaian penangkapan KIA ilegal di Laut Natuna Utara, Selat Malaka dan Laut Sulawesi.

”Ada 19 kapal yang ditangkap dalam waktu 1,5 bulan terakhir dari 3 sektor pengawasan berbeda. Di sinilah kesiapsiagaan kami menjaga laut Indonesia teruji. Hal ini seharusnya menjadi peringatan bagi kita semua untuk meningkatkan kewaspadaan,” ujar Edhy.

Menurut Menteri Edhy, berdasarkan hasil pemantauan dan analisis Pusat Pengendalian (PUSDAL) KKP, ada kecenderungan para pelaku illegal fishing ini memanfaatkan pandemi Covid-19 untuk melancarkan aksi-aksi pencurian ikan. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan jumlah kapal perikanan asing yang beroperasi di sekitar wilayah perbatasan Indonesia.

Dengan penangkapan tiga KIA berbendera Malaysia tersebut, KKP telah berhasil menangkap 27 KIA ilegal selama kurang dari setengah tahun memimpin Kementerian Kelautan dan Perikanan Edy Prabowo. 27 KIA ilegal tersebut terdiri dari 12 kapal berbendera Vietnam, 7 kapal berbendera Filipina dan 8 kapal berbendera Malaysia. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.