- ADVERTISEMENT -

- ADVERTISEMENT -

Terus Meningkat, Orang Berstatus Monitoring Corona di Bontang Capai Seribu

10,227

INTREN.ID, BONTANG – Jumlah orang dengan status monitoring kasus virus corona baru (Covid-19) di Bontang setiap hari grafiknya terus meningkat. Per Sabtu (23/5) hari ini, kembali terjadi penambahan sebanyak 41 orang. Sehingga total yang harus di-monitoring saat ini sebanyak 1.078 orang yang tersebar di seluruh wilayah Bontang.

Selain penambahan kasus monitoring, juga terdapat penambahan orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 1 orang. Orang tersebut memiliki riwayat perjalanan dan saat ini sedang melakukan isolasi mandiri. Adapun satu pasien ODP yang sebelumnya dirawat inap di salah satu rumah sakit kini telah kembali ke rumah untuk melanjutkan isolasi mandiri.

“Zona pada peta adalah penanda kasus, tidak terkait dengan aman atau tidaknya wilayah tersebut terhadap risiko penyebaran Covid-19. Faktor pembawa virus corona adalah orang, dan selama ada pergerakan orang dari daerah atau negara terjangkit, maka wilayah tersebut tetap berisiko dan harus selalu waspada. Zona hijau bisa berubah menjadi merah dalam sekejap bila tidak ada upaya pencegahan,” papar Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang, dr Bahauddin.

Sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 khususnya di momentum Idulfitri saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang bersama stakeholder telah menerbitkan Surat Edaran Bersama terkait Penyelenggaraan Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah di Bontang.

Berbagai upaya yang dilakukan di antaranya adalah meniadakan takbiran keliling dan mengimbau bertakbir di rumah masing-masing yang dilakukan secara serentak. Yang dipandu imam atau muazin masjid melalui pengeras suara dan diikuti oleh masyarakat.

Selain itu tetap mematuhi prinsip physical distancing dan selalu menggunakan masker. Adapun pelaksanaan salat Idulfitri, dilaksanakan di rumah masing-masing, mengikuti tata cara yang telah dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Kegiatan silaturahmi dilakukan secara daring menggunakan media sosial, video call, dengan menghindari kegiatan kontak fisik dan kerumunan massa,” imbau Bahauddin. (***)

Reporter: Bambang Al-Fatih

Editor: Lukman Maulana

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.