Terulang Kembali, Air Sungai di Tanjung Laut Bontang Mendadak Berubah Merah

INTREN.ID, BONTANG – Air sungai di bawah Jembatan Tanjung Laut depan Gedung Aini Rasyifa mendadak berubah warna menjadi merah, Rabu (12/8/2020) malam. Kejadian ini persis saat 2014 silam di lokasi yang sama.

Heru, salah satu warga sekitar menuturkan, petama kali dirinya melihat kejadian ini saat hendak menuju ke rumah pamannya yang tak jauh dari rumahnya. Dia ingat kala itu waktunya sekira pukul 19.30 Wita.

“Awalnya mau ke rumah om. Karena jalannya gelap, jadi saya nyalakan senter di hp. Ternyata airnya sudah berubah merah,” tuturnya.

Melihat fenomena yang tak lazim tersebut, Heru pun memberitahukan ke warga-warga sekitar. Alhasil segerombolan warga langsung berbondong ke luar rumah untuk melihat perubahan air sungai tersebut.

Dari pantauan intren.id di lokasi kejadian, sebagian air sungai dari hulu sudah mulai kembali berubah warna menjadi cokelat. Sementara di bagian tengah sungai yang dekat dengan permukiman warga RT 27 Kelurahan Tanjung Laut, air masih tampak berwarna merah pekat.

“Mungkin karena faktor sudah surut. Apalagi tadi habis hujan juga,” bebernya.

Sementara itu di lokasi kejadian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang langsung bergerak cepat. Mereka turun langsung ke lapangan untuk mengambil sampel di beberapa titik. Usai mengambil sampel, tim DLH juga melakukan uji ph, bau, dan suhu.

Tim DLH Bontang saat mengambil sampel air untuk diperiksa. (ist)

 

“Untuk pemeriksaan lebih lanjut nanti akan kami bawa ke lab DLH. Satu atau dua hari mungkin sudah bisa keluar hasilnya,” ujar Plt Kepala DLH Bontang, Yessy Waspo Prasetyo, didampingi Kabid pengendalian, pencemaran, dan kerusakan lingkungan, Syapriansyah.

Ditanya soal penegakan hukum terkait kejadian ini, Yessy menyebut pihaknya masih akan mendalami lagi terkait sebab dan kronologis pastinya. Selama hal tersebut belum didapatkan, maka langkah penegakan hukumnya belum bisa dijalankan.

“Kami masih akan cek dahulu kandungan dalam air tersebut. Apakah ada mengandung unsur limbahnya atau tidak. Jika memang dirasa sampel harus dibawa ke provinsi untuk pengecekan lebih lanjut, maka nanti bisa aja kami akan bawa ke sana,” tutur Syapriansyah menambahkan.

Peristiwa berubah warnanya sungai di Tanjung Laut menjadi merah sebelumnya pernah terjadi di 2014. Kala itu diketahui salah seorang pengusaha melakukan pencucian drum bekas cairan kimia di mana larutannya terbuang ke sungai. Kejadian serupa itu sempat menggegerkan masyarakat sekitar. (***)

Reporter: Bambang Al-Fatih

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.