Terpapar Covid-19, Thohari Aziz Meninggal Jelang Dilantik sebagai Wakil Wali Kota Balikpapan

INTREN.ID, BALIKPAPAN – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kabar duka menyelimuti masyarakat Kota Balikpapan. Wakil Wali Kota Balikpapan terpilih, Thohari Aziz meninggal dunia sekira pukul 17.30 Wita di RS Pertamina Balikpapan (RSPB), Rabu (27/1/2021).

Kabar duka tersebut segera menyebar ke seluruh masyarakat Kota Balikpapan. Ucapan belasungkawa dari sahabat, dan kerabat terus mengalir. Tak terkecuali Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi.

Menurut Rizal, masyarakat Kota Balikpapan kehilangan salah satu tokoh sekaligus putra terbaik.

“Mari kita sama-sama doakan semoga almarhum berada di tempat terbaik, dan semoga amal ibadahnya di terima Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan kesabaran. Mari sama-sama kita doakan semoga beliau berpulang dalam keadaan husnul khatimah,” ajaknya.

Jenazah Thohari dikebumikan sesuai dengan prosedur penanganan Covid-19 di tempat pemakaman umum (TPU) terpadu kilometer 15, Balikpapan Utara Bakda Isya.

Direktur RS Pertamina Balikpapan, dr M N Khairuddin SpB menjelaskan sekilas riwayat singkat perjalanan medis Thohazi. Dia menjelaskan, pada tanggal 15 Januari 2020, Thohari masuk rumah sakit dengan keluhan demam, nyeri telan, dan batuk dengan saturasi pernapasan yang baik sebesar 97 persen.

“Di tanggal yang sama setelah melakukan Swap PCR test, dinyatakan beliau terkonfirmasi Covid-19. Selama delapan hari menjalani perawatan, kondisi beliau masih stabil,” katanya.

Lalu, pada tanggal 22 Januari 2021 malam, Thohari mengeluh sesak napas dan ditindaklanjuti dengan memeriksa saturasi pernapasan dengan hasilnya hanya 94-95 persen. Dengan turunnya saturasi pernapasan, maka Thohari ditindaklanjuti ke ruang ICU.

“Pada saat di ruang ICU, kondisi beliau cenderung turun naik, alat bantu pernapasan sudah digunakan, termasuk injeksi stem cell, akan tetapi Allah berhendak lain, dan beliau telah tenang di sisi-Nya,” katanya.

Sementara itu, ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim, Drs H Safaruddin kaget mendengar kabar duka tersebut. Menurutnya, Thohari adalah kader terbaik banteng moncong putih di Bumi Mulawarman. Tak hanya itu, kemenangannya dalam pilkada juga menjadi bukti bahwa Thohari begitu dicintai oleh masyarakat Balikpapan.

“Saya bersaksi, beliau (Thohari, Red.) adalah kader terbaik yang dimiliki PDI Perjuangan. Selamat jalan kader terbaik PDI Perjuangan, semoga husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Amin,” tulis Safaruddin melalui akun Instagram-nya, di safaruddin84.

Saat dihubungi langsung, Kapolda Kaltim 2015-2018 itu mengungkapkan, Thohari punya jasa besar dalam membangun partai. “Beliau membangun PDI Perjuangan di Balikpapan, sangat luar biasa. Kemarin ikut pilkada (2020) dan mampu memenangkannya, jelas anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kaltim itu.

Safaruddin yang duduk di Komisi III DPR RI pun mengingatkan kepada seluruh masyarakat, khususnya pengurus, kader, dan simpatisan PDI Perjuangan untuk bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19. Salah satunya dengan mematuhi protokol kesehatan.

Menurutnya, mematuhi protokol kesehatan sangat penting untuk mencegah penyebaran Covid-19. “Ayo, turunkan risiko penularan Covid-19 dengan 3 M, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak atau menghindari kerumunan,” kata Kapolda Kaltim 20115-2018 itu.

Diakuinya, pandemi Covid-19 memberikan efek yang luar biasa. Di mana salah satu yang paling terpukul adalah sektor perekonomian. Tidak sedikit pengusaha yang gulung tikar, pedagang sepi pembeli, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) yang merajalela.

“Untuk mengakhiri pandemi Covid-19, penyebaran virusnya harus dihentikan. Untuk itulah, mari ikuti protokol kesehatan. Jika menjalankan protokol kesehatan dengan baik dan benar, maka pandemi akan berakhir. Dengan demikian, sektor ekonomi bisa berjalan normal lagi,” katanya. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.