Terlibat Pemulangan WNI Wuhan, Berikut Nama 18 “Pahlawan” Batik Air

INTREN.ID, JAKARTA – Batik Air menyambut kedatangan 18 awak pesawat yang telah selesai menjalani rangkaian protokol kesehatan sesuai waktu yang ditentukan di Natuna, Kepulauan Riau. Batik Air sudah menerima konfirmasi dari Kementerian Kesehatan, yang menyatakan bahwa kondisi mereka sehat dan laik terbang.

Penyambutan dilakukan President Director of Lion Air Group Edward Sirait, CEO Batik Air Capt Achmad Luthfie,  Managing Director of Lion Air Group Capt Daniel Putut Kuncoro Adi, Operation Director of Batik Air Capt Zwingly Silalahi, Safety, Security and Quality Director of Batik Air Capt Wamildan Tsani Panjaitan, Engineering Director of Batik Air Yanto Supriyatno, perwakilan dari manajemen Lion Air Group yang lain serta perwakilan masing-masing departemen/divisi lingkungan Lion Air Group.

“Awak pesawat tersebut diberangkatkan dari Bandara Raden Sadjad, Natuna, Sabtu (15/02) pukul 13.30 waktu setempat dan tiba di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta pada 15.30 waktu setempat. 18 kru diterbangkan menggunakan pesawat milik TNI Angkatan Udara,” kata Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro.

Dia menambahkan, Batik Air mengucapkan terima kasih tak terhingga serta menempatkan apresiasi tinggi atas kesiapan, peran aktif serta profesionalisme dalam bekerja dari awak pesawat, petugas layanan darat, termasuk dukungan penuh pengelola bandara, pengatur lalu lintas udara, mitra dan berbagai pihak yang terlibat. Sehingga operasional penerbangan “misi kemanusiaan” berjalan lancar.

“Batik Air dengan bangga menerima dan menyambut kembali 18 awak pesawat, dengan penghargaan dan penghormatan setinggi-tingginya kepada pilot (person in command/ PIC), kopilot (first officer/ FO), awak kabin (flight attendant/ FA), petugas operasional keberangkatan (dispatcher, flight operation officer/ FOO), serta teknisi (engineer),” jelasnya.

18 awak pesawat yang dimaksud terdiri dari:

- ADVERTISEMENT -

  1. Captain Destyo Usodo (PIC)
  2. Captain Suyono Suwito (PIC)
  3. Hendra Tjin (FO)
  4. Taufan Widya (FO)
  5. David Setiawan (SFA)
  6. Indah Nurfitri Djufri (FA)
  7. Tia Septiani (FA)
  8. Kikiet Teguh Septarianto (FA)
  9. Abdul Hakim Sungkar (FA)
  10. Fahmi Husen Ali Joubah (FA)
  11. Farrand Abdilla (FA)
  12. Hartini Efniati Hasibuan (FA)
  13. Ranti Oktaviana (FA)
  14. Ni Wayan Tangkas Chika Manik (FA)
  15. Anggi Dwi Saputro (FA)
  16. David Rismon (Dispatcher)
  17. Dimas Syamsurizal (Engineer)
  18. Jemi (Engineer)

Menurut Danang, pelaksanaan penerbangan berpedoman kepada prinsip-prinsip dan standard operating procedure (SOP) kesehatan dalam memastikan pengamanan awak pesawat, tim medis, tamu atau penumpang dan lainnya.

Untuk diketahui, operasional misi kemanusiaan Batik Air pada 1 Februari 2020 bernomor ID-8618 rute Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (CGK) pukul 13.00 waktu setempat tujuan Bandara Internasional Tianhe Wuhan yang terletak di Distrik Huangpi, 26 kilometer utara dari pusat kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat Tiongkok (WUH). Pesawat mendarat di Tianhe Wuhan pada 19.00 waktu setempat.

Untuk penerbangan kembali pada 2 Februari 2020, pesawat telah menerbangkan 18 awak pesawat dan 270 Warga Negara Indonesia (WNI) menggunakan Airbus 330-300CEO (18 kelas bisnis dan 374 kelas ekonomi).

Penerbangan bernomor ID-8619 “misi kemanusiaan” rute Bandara Internasional Tianhe Wuhan di Distrik Huangpi, Wuhan pada 04.30 waktu setempat dan tiba di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, pukul 08.30 WIB.

“Batik Air dalam hal ini bertujuan mendukung program kemanusiaan dan negara. Oleh karena itu, Batik Air menyampaikan terima kasih atas penunjukan dan kepercayaan pemerintah yang telah diberikan kepada Batik Air guna mewujudkan misi tersebut,” tutup Danang. (red)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.