Terlambat Bayar THR, Perusahaan Terancam Denda

Bagi yang yang Kesulitan Bisa Lakukan Dialog dengan Pekerja

INTREN.ID, JAKARTA – Perusahaan diminta tidak terlambat dalam membayar Tunjangan Hari Raya (THR). Pasalnya bila terlambat, bisa kena sanksi denda 5 persen.

Hal ini disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah. Denda yang dikenakan dikenai sebesar 5 persen dari total THR Keagamaan yang harus dibayar sejak berakhirnya batas waktu kewajiban pengusaha untuk membayar.

“Denda tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk tetap membayar THR keagamaan kepada pekerja/nuruh. Pengusaha yang tidak membayar THR dikenakan sanksi administrasi,” kata Ida.

Namun begitu, bagi perusahaan yang kesulitan membayar THR, bisa melakukan dialog antara perusahaan dan pekerja/buruh. Dialog dilakukan untuk menyepakati pembayaran THR tersebut.

Kesepakatan itu misalnya, apabila perusahaan tidak mampu membayar THR sekaligus. Sehingga pembayarannya dapat dilakukan secara bertahap.

Kemudian apabila perusahaan tidak mampu membayar THR pada waktu yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan, maka pembayaran THR dapat ditangguhkan pembayarannya pada jangka waktu tertentu yang disepakati.

“Apabila jangka waktu penahapan atau penundaan yang disepakati telah berakhir, namun perusahaan tidak membayar THR, maka atas dasar hasil pemeriksaan Pengawas dan rekomendasi yang diberikan, perusahaan dikenakan sanksi administrasi sesuai peraturan perundang-undangan,” beber Ida.

Ketentuan THR sendiri diatur dalam Peraturan Pemerintah RI (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan; Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan; dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 20 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pemberian Sanksi Administratif Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

“THR merupakan bagian dari pendapatan non upah. THR wajib diberikan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh, tujuh hari sebelum Hari Raya Keagamaan,” tegasnya. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.