- ADVERTISEMENT -

- ADVERTISEMENT -

- ADVERTISEMENT -

Terduga Pengedar Narkoba Meninggal dalam Pemeriksaan Polisi, Ini Penjelasan Polresta Barelang

INTREN.ID, BATAM – Seorang terduga pengedar narkoba jenis sabu berinisial HAB (38) dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) pada Ahad (9/8/2020) sekira pukul 07.30 WIB. HAB diketahui merupakan warga Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam.

Istri HAB, AH (34) menuturkan, pada Kamis (6/8/2020) HAB ditangkap sejumlah orang yang mengaku petugas kepolisian dari Satresnarkoba Polresta Barelang di keramba ikan tak jauh dari rumahnya.

“Karena lokasinya tidak jauh dari rumah, jadi saya dan keluarga melihat suami saya saat proses pengamanan di Kelong,” kata AH.

Berselang satu hari, kepolisian kembali menyambangi rumahnya untuk melakukan penggeledahan dengan membawa sang suami namun tetap berada di boat penumpang.

“Sudah geledah rumah, tetapi tidak ada menemukan apapun. Jadi langsung kembali lagi. Saya juga sempat lihat keadaan suami saya ada memar di bagian wajahnya,” ungkapnya.

Kemudian, pada Sabtu pagi, pihak kepolisian kembali datang ke kediamannya untuk minta beberapa indentitas HAB serta menjemput pihak kelurahan agar bisa bertemu dengan terduga pengedar di Polresta Barelang.

Kata dia, pihak kepolisian datang ke rumahnya sekira pukul 12.00 WIB. Dirinya bersama keluarga langsung dibawa ke Polresta Barelang. Setibanya di sana, akhirnya pihaknya ditemui seorang petugas kepolisian dengan memberikan kabar bahwa sang suami telah meninggal dan berada di Kamar jenazah RSBK.

- ADVERTISEMENT -

“Kata petugas itu, suami saya sempat melawan saat diperiksa,” tutur AH menitikkan air mata.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polresta Barelang, Kompol Abdul Rahman, mengungkapkan bahwa yang bersangkutan sempat mengeluhkan sesak nafas sebelum meninggal dunia. HAB disebut mengeluhkan penyakit asmanya kambuh dan minta dibelikan alat bantu pernafasan. Seketika pihaknya langsung memenuhi permintaan itu.

Proses pemeriksaannya pun berjalan seperti biasa. Namun kondisi HAB makin parah. Akhirnya pada Sabtu subuh, pihaknya membawa HAB ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan untuk mendapatkan perawatan medis.

“Langsung kami bawa ke rumah sakit agar dapat perawatan medis, tetapi menurut dokter yang menangani kondisi yang bersangkutan lemah,” ungkap Rahman.

Lalu pihak medis memberikan informasi seseorang telah meninggal dunia pada pukul 7.30 WIB. Perihal pembungkusan kepala korban yang dilakukan oleh pihak rumah sakit, Rahman menjelaskan bahwa hal itu adalah kewenangan tim medis.

“Pihak Rumah Sakit menyampaikan yang bersangkutan meninggal dunia. Dan untuk bungkus di kepala korban itu adalah kewenangan rumah sakit sesuai dengan prosedur Covid-19,” bebernya. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.