Terbakarnya Kilang Cilacap Jadi Perhatian Serius, Safaruddin: Jangan Sampai Terjadi di Kota Balikpapan

INTREN.ID, BALIKPAPAN – Insiden kebakaran kilang minyak milik PT Pertamina (Persero) menjadi perhatian serius. Terbaru, jago merah mengamuk di Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Sabtu (13/11/2021). Tepatnya di Tangki 36T-102 yang berisi 31 ribu kiloliter komponen Pertalite.

Anggota DPR RI Dapil Kaltim, Irjen Pol (Purn) Drs H Safaruddin mengingatkan, Kota Balikpapan sama seperti Kabupaten Cilacap. Musababnya keduanya berstatus sebagai daerah pengolah minyak. Dengan demikian, risiko yang dihadapi pun cenderung sama.

“Kebakaran Kilang Cilacap harus menjadi perhatian bersama. Apalagi sampai tujuh kali terbakar (sejak 1995). Saya mendesak Pertamina melakukan evaluasi manajemen risiko terhadap seluruh aktivitas kilangnya, termasuk di Kota Balikpapan,” kata anggota Komisi III DPR RI yang membidangi persoalan hukum, keamanan, dan hak asasi manusia itu.

Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim itu menegaskan, evaluasi dilakukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan pengoperasian berjalan sesuai dengan ketentuan. Ini penting demi keselamatan pekerja dan masyarakat, khususnya yang berada di area buffer zone.

“Evaluasi dan investigasi harus dilakukan. Hal ini guna memastikan kembali sistem keamanan dan keselamatan pekerja sekaligus masyarakat di sekitar kilang. Ini penting agar persoalannya bisa segera diatasi, sehingga tidak terjadi lagi di kemudian hari,” tegas Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim itu.

Terkait isu adanya dugaan kesengajaan, Safaruddin enggan berspekulasi. Yang pasti, dia meminta agar semua pihak menyerahkan kasus itu kepada kepolisian. “Kasus ini kita serahkan saja ke polisi. Soal apakah ada unsur kesengajaan atau kelalaian, biar polisi menyelidiki dulu,” kata Safaruddin.

Kapolda Kaltim 2015-2018 itu tidak ingin insiden terulang lagi. Dia pun meminta Pertamina berkomitmen memperbaiki sistem keamanan kilang minyak secara berkala agar tidak memperburuk kinerja perusahaan pelat merah itu. “Harus ada komitmen. Ini demi keselamatan semua,” tegasnya.

Sebagai informasi, Dalam setahun, setidaknya sudah ada tiga kejadian kebakaran kilang Pertamina. Pada 29 Maret 2021, terjadi kebakaran kilang minyak di Balongan, Indramayu, Jawa Barat. Kemudian kebakaran kilang minyak Pertamina kembali terjadi di area pertangkian 39 Pertamina RU IV Cilacap pada 11 Juni 2021. Lalu, kebakaran Kilang Cilacap terjadi, Sabtu (13/11/2021) di RU IV Tangki 36T-102. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.