#TangkapMegaBubarkanPDIP Jadi Trending di Ulang Tahun Jokowi, Ada Apa Ya?

INTREN.ID, JAKARTA – Jagat dunia maya kembali dihebohkan dengan muncul tanda pagar (tagar) atau hastag. Sempat ramai dengan hastag #TenggelamkanGerindra, kali ini muncul hastag #TangkapMegaBubarkanPDIP.

Uniknya, tagar tersebut ramai justru saat Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berulang tahun ke-59, Ahad (21/6/2020). Dari penulusuran intren.id, tagar tersebut menduduki posisi puncak dengan lebih dari 27 ribu cuitan.

Umumnya, warganet yang menempel tagar tersebut memprotes adanya Rancangan Undang Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUUU HIP). Warganet menuding bahwa ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri sebagai dalang di balik munculnya RUU HIP.

Kontroversi RUU HIP mencuat ke publik lantaran pada salah satu pasalnya berisi klausul Trisila dan Ekasila, tepatnya di Pasal 7 yang berisi tiga ayat. Pada ayat 1 menyatakan ciri pokok Pancasila adalah keadilan dan kesejahteraan sosial dengan semangat kekeluargaan yang merupakan perpaduan prinsip ketuhanan, kemanusiaan, kesatuan, kerakyatan/demokrasi politik dan ekonomi dalam satu kesatuan.

Kemudian ayat 2, disebutkan bahwa ciri pokok Pancasila berupa Trisila meliputi sosio-nasionalisme, sosio-demokrasi, serta ketuhanan yang berkebudayaan. Lalu di ayat 3, Trisila dalam ayat 2 terkristailisasi dalam Ekasila yaitu gotong-royong.

Hal inilah yang lantas menimbulkan polemik di masyarakat. Sejumlah kalangan menganggap perubahan konsep Pancasila menjadi Trisila dan Ekasila sebagai bentuk pengkhianatan terhadap bangsa dan negara.

Penolakan secara keras dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Indonesia yang mencemaskan bahwa RUU ini adalah celah masuknya paham komunis dan atheis yang bertentangan dengan Pancasila. Sikap MUI kemudian diikuti dua organisasi masyarakat (ormas) terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

https://youtu.be/sNdLtWu6EoQ

Menariknya, dari sederet fraksi di DPR RI, hanya Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menolak RUU HIP. PKS bakal menerima RUU tersebut bila beberapa catatan dan kritikan diterima. Khususnya terkait TAP MPRS no XXV/1966 dan Trisila. Namun lantaran catatan dan kritikan itu tak dipenuhi, PKS memutuskan tidak ikut menandatangani usulan RUU. (***)

Publik beramai-ramai menolak RUU HIP disahkan. Bahkan, mereka mendesak agar dalang di balik usulan RUU HIP bisa ditangkap.

“Kami menolak RUU HIP,” ujar @AnonymousG00D

“Ingat umur, ingat perjuangan ayahanda dan para pendiri bangsa ini. Pancasila berasaskan Ketuhanan yang Maha Esa. Jangan ganggu ideologi bangsa,” ungkap @indomiehair1.

“Menurut saya #megawati lah biang keroknya. Makanya #TangkapMegaBubarkanPDIP hidup mulia atau mati syahid,” ujar @jalirojali16. (***)

 

Editor: Guntur Marchista Sunan

 

https://www.youtube.com/watch?v=nmVpSB-W_XM

Get real time updates directly on you device, subscribe now.