Tanggapi Darurat Nasional Corona, Wali Kota Bontang Liburkan Sekolah

INTREN.ID, BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni meliburkan semua sekolah di wilayahnya selama 14 hari atau dua pekan. Kebijakan ini diambil menanggapi status pandemi dari organisasi kesehatan dunia WHO dan darurat nasional dari pemerintah pusat terhadap penyebaran virus corona baru (Covid-19).

Kebijakan tersebut tercantum dalam surat edaran yang dikeluarkan, Sabtu (14/3/2020). “Sekolah diliburkan terhitung mulai tanggal 18 Maret 2020 dengan memberlakukan pembelajaran jarak jauh melalui http://belajar.kemendikbud.go.id,” bunyi edaran itu.

Surat edaran yang dikeluarkan tersebut ditujukan kepada semua masyarakat Bontang. Neni mengimbau seluruh warga Bontang meningkatkan kewaspadaan diri dengan berperilaku pola hidup bersih dan sehat.

“Warga Bontang diminta menghindari keramaian dan perjalanan tidak penting,” kata Neni dalam edarannya.

Surat edaran itu menginstruksikan camat, lurah, ketua RT dan semua warga segera melaporkan apabila mengetahui warganya yang pulang dari perjalanan luar negeri dan tempat lain yang terjangkit Covid-19 ke call center dan Dinas Kesehatan.

“Apabila menemukan kasus Covid-19 agar menghubungi call center 0811-5407-119,” perintah surat edaran itu.

Neni juga menghentikan sementara berbagai kegiatan yang diadakan oleh Pemerintah Kota Bontang dan/atau pihak lain yang melibatkan massa.

“Menginstruksikan kepada seluruh tenaga dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam keadaan siaga menghadapi penyebaran pandemi Covid-19 di Kota Bontang dan mengikuti ketentuan yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kota Bontang,” sebut Neni dalam surat edaran itu.

Namun begitu, seluruh pelayanan publik Pemerintah Kota Bontang beroperasi seperti biasa. Yaitu dengan tetap memperhatikan upaya-upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Imbauan berikutnya diberikan kepada seluruh instansi, tempat ibadah, terminal jalan raya, pul bus pariwisata, pul travel, bandara, dan tempat usaha pariwisata. Pengelola fasilitas-fasilitas umum itu diminta menerapkan standar kesehatan maksimum serta upaya pencegahan penyebaran Covid-19 sesuai kebijakan instansi masing-masing.

“Mengimbau seluruh pasar, pertokoan, pusat perbelanjaan, dan toko modern untuk tetap membuka layanannya dengan menerapkan standar kesehatan maksimum serta upaya pencegahan penyebaran Covid-19,” bunyi surat edaran ini.

Terakhir, Neni menginstruksikan seluruh perangkat daerah, Badan Usaha Milik Daerah Kota Bontang dan BUMN, perusahaan yang beroperasi di Kota Bontang untuk menindaklanjuti surat edaran ini sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.

Surat Edaran tersebut dinyatakan berlaku sejak tanggal diterbitkan, dan akan dievaluasi dalam jangka waktu empat belas hari sesuai dengan perkembangan pandemi Covid-19. “Demikian Surat Edaran ini disampaikan untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab,” tutupnya. (***)

Reporter: Bambang

Editor: Lukman

Get real time updates directly on you device, subscribe now.