Tak Mampu Bendung Corona, Lion Air Group PHK dan Pangkas Gaji Karyawan

INTREN.ID, JAKARTA – Maskapai Lion Air, Wings Air, Batik Air, dan anggota afiliasi Lion Air Group dibuat terkapar oleh pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Grup maskapai penerbangan terbesar di Indonesia itu terpaksa mengurangi tenaga kerjanya, baik tenaga kerja dari Indonesia maupun asing. Pengurangan dilakukan berdasarkan masa kontrak kerja berakhir dan tidak diperpanjang.

“Lion Air Group sedang berada di masa sulit dan menantang, atas kondisi terbentuk dari akibat Covid-19 serta memberikan dampak luar biasa yang mengakibatkan situasi penuh ketidakpastian,” kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro.

Keputusan berat tersebut diambil dengan tujuan utama sebagai strategi untuk mempertahankan kelangsungan bisnis dan perusahaan tetap terjaga, merampingkan operasi perusahaan, mengurangi pengeluaran, dan merestrukturisasi organisasi di tengah kondisi operasional penerbangan yang belum kembali normal sebagai dampak pandemi Covid-19.

Dalam tindakan proaktif berdasarkan mitigasi guna menjaga kelangsungan dimaksud, kata Danang, pada kondisi pendapatan yang sangat minimal karena terjadi pembatasan perjalanan dan penghentian sementara operasional penerbangan.

“Sejak mulai beroperasi kembali yang dijalankan secara bertahap, Lion Air Group rata-rata mengoperasikan 10-15 persen dari kapasitas normal sebelumnya, yakni rerata 1.400 – 1.600 penerbangan per hari,” jelasnya.

- ADVERTISEMENT -

Pada tahun ini, jelas Danang, pandemi Covid-19 menjadikan industri penerbangan mati suri atau tidak beroperasi normal di jaringan domestik dan internasional. Sementara, biaya-biaya yang harus ditanggung tanpa beroperasi masih cukup besar, sehingga menimbulkan kesulitan yang sangat berat.

“Lion Air Group melakukan pembicaraan bersama mitra-mitra usaha serta melakukan pemotongan pengahasilan seluruh manajemen dan karyawan dengan nilai persentase bervariasi, semakin besar penghasilan semakin besar nilai nominal potongannya. Kebijakan-kebijakan tersebut telah mulai dilaksanakan dan diterapkan tahun ini pada Maret, April, Mei, Juni sampai waktu yang belum ditentukan,” terang Danang.

Dia menambahkan, Lion Air Group berencana, apabila di waktu mendatang kondisi perusahaan kembali pulih dan lebih baik secara bisnis, operasional serta pendapatan, maka karyawan yang tidak diperpanjang kontrak kerja tersebut akan diprioritaskan kembali bekerja di Lion Air Group.

“Lion Air Group berterima kasih atas dukungan seluruh karyawan dan dari berbagai pihak hingga sampai saat ini masih beroperasi, dengan harapan pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga operasional dan layanan penerbangan normal kembali,” ujar Danang.

Dia menambahkan, Lion Air Group masih terus memonitor, mengumpulkan data dan informasi, mempelajari situasi yang terjadi seiring mempersiapkan strategi dan langkah lainnya yang akan diambil guna tetap menjaga kelangsungan hidup perusahaan sekaligus meminimalisir beban yang ditanggung selama pandemi Covid-19. (***)

 

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.