Tak Ada Daerah di Kaltim Berstatus PPKM Level 4, Safaruddin: Protokol Kesehatan Jangan Kendur

INTREN.ID, BALIKPAPAN – Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di kabupaten/kota se-Kaltim mengalami penurunan level. Tercatat, selama penerapan PPKM tanggal 5-18 Oktober 2021 mendatang, tidak ada satupun daerah di Bumi Etam yang masuk level 4.

Berdasarkan Instruksi Mendagri Nomor 48/2021, kabupaten/kota dengan status PPKM level 2 di Kaltim meliputi Kabupaten Paser, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kota Balikpapan, dan Kota Samarinda. Untuk level 3 meliputi Kabupaten Berau, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), dan Kota Bontang.

Anggota DPR RI Dapil Kaltim, Drs H Safaruddin mengapresiasi kerja sama para stake holders dan masyarakat dalam rangka menekan penyebaran Covid-19. Dia mencontohkan Balikpapan dan Kukar. Jika sebelumnya masuk dalam level 4, kini menjadi level 2.

“Alhamdulillah, saat ini sudah tidak ada kabupaten/kota di Kaltim yang berstatus PPKM level 4. Selain kerja keras seluruh pemangku kepentingan, ini juga menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat untuk menekan laju penyebaran Covid-19 semakin tinggi,” kata anggota Komisi III DPR RI yang membidangi persoalan hukum, keamanan, dan hak asasi manusia itu.

Seiring penurunan level, lanjut Safaruddin, pelonggaran aktivitas masyarakat mulai diberikan. Mulai dari aktivitas ibadah, mal, tempat wisata, bioskop, hingga aktivitas pembelajaran tatap muka yang kabarnya mulai digelar secara bertahap. Menurutnya, penerapan protokol kesehata menjadi suatu keharusan.

“Meskipun ada pelonggaran sebagai dampak dari penurunan level, namun kita tidak boleh lengah. Jangan sampai penerapan protokol kesehatan menjadi kendur. Penerapan 5 M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas) harus dilakukan,” tegas Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim itu.

Yang tidak kalah penting, sambung Kapolda Kaltim 2015-2018 itu adalah, percepatan vaksinasi dalam rangka memperkuat imunitas tubuh. “Partisipasi masyarakat sangat tinggi. Setiap ada gerai vaksinasi, langsung diserbu. Ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah mulai sadar akan pentingnya menjaga daya tahan tubuh,” tutup pria yang digadang-gadang menjadi calon Gubernur Kaltim itu. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.