Survei Litbang Kompas: Demokrat Kudeta Golkar di Papan Atas, Ganjar-Prabowo-Anies Tiga Besar

INTREN.ID, JAKARTA – Survei terbaru yang dirilis Litbang Kompas Selasa (25/10/2022) menempatkan Partai Gerindra dan Demokrat berada di tiga besar partai politik (parpol) dengan suara terbanyak. Perolehan suara kedua partai lebih tinggi dibanding Golkar yang hanya meraih 7,9 persen suara.

Berdasarkan survei yang digelar pada 24 September hingga 7 Oktober 2022 itu Partai Gerindra meraih suara 16,2 persen. Sedangkan Demokrat meraih 14 persen suara. Di urutan pertama ada Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dengan 21,1 persen suara.

Survei yang dilakukan Litbang Kompas melibatkan 1.200 responden di seluruh Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan metode sistematis bertingkat. Adapun tingkat kepercayaan publik pada survei ini mencapai 95 persen, dan margin of error penelitian sekitar 2,8 persen.

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersyukur elektabilitas partainya naik berdasarkan survei Litbang Kompas. Kenaikan elektabilitas ini pun membuat Demokrat menyalip Partai Golkar. AHY menyebutkan, Demokrat makin kokoh sebagai partai papan atas.

“Alhamdulillah, elektabilitas Partai Demokrat kembali naik dari 11,6 persen Juni lalu menjadi 14 persen pada Oktober ini, mengokohkan Partai Demokrat pada posisi papan atas. Saya membaca hasil ini sebagai wujud harapan rakyat terhadap perubahan dan perbaikan,” ujar AHY dalam keterangannya, Selasa (25/10/2022).

AHY memaparkan, ini kali ketiga elektabilitas Demokrat tercatat meningkat dalam survei Litbang Kompas sejak Oktober 2021. Saat itu, elektabilitas Demokrat terekam sebesar 5,4 persen, kemudian melompat menjadi 10,6 persen pada survei Januari 2022, lalu naik lagi menjadi 11,7 persen pada survei Juni 2022.

Walau begitu, AHY meminta agar kader Demokrat tidak jemawa. “Kepada para kader, jangan cepat merasa puas. Jangan jemawa,” ucapnya.

Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro mengatakan kenaikan signifikan elektabilitas Gerindra bisa disebabkan keputusan partai untuk mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada pilpres 2024. Gerindra mendeklarasikan pencapresan ketua umum itu diumumkan pada Agustus 2022.

“Deklarasi itu dilihat oleh publik sebagai sebuah langkah kepastian dari Partai Gerindra untuk mencalonkan kembali Prabowo Subianto, sehingga membuat pemilih partai tersebut kian solid,” katanya.

Lebih jauh dia menilai, melejitnya suara Demokrat lebih disebabkan posisi partai pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai partai oposisi di luar pemerintahan. Posisi politik itu membuat para pemilih yang tidak puas pada pemerintah menjatuhkan dukungan pada Demokrat.

Pengalaman Demokrat yang pernah memegang kendali pemerintahan juga dianggap publik sebagai pilihan lain setelah pemerintahan Jokowi berakhir nanti.

“Pengalaman Partai Demokrat di masa lalu di mana pernah berada sebagai partai penguasa dilihat publik sebagai alternatif pilihan untuk pemerintahan di masa mendatang pasca-Joko Widodo,” katanya.

Ganjar-Anies Meningkat, Prabowo Turun

Survei Litbang Kompas menunjukkan elektabilitas Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) meningkat ketimbang survei yang sama pada Juni 2022. Namun, tren positif itu tak tampak pada elektabilitas Prabowo Subianto.

Hasil survei elektabilitas calon presiden dan calon wakil presiden periode Oktober 2022 yang dirilis Litbang Kompas. (ist)

Berdasarkan survei yang berlangsung pada 24 September-7 Oktober 2022, elektabilitas Ganjar berada di urutan pertama dengan angka 23,2 persen. Pada survei Juni lalu, elektabilitasnya adalah 22 persen. Maka, tingkat elektoral Gubernur Jawa Tengah itu bertambah 1,1 persen.

Kemudian, elektabilitas Anies saat ini ada di angka 16,5 persen, meningkat hampir 4 persen ketimbang survei sebelumnya. Dalam jajak pendapat Juni 2022, Anies hanya mendapatkan elektabilitas 12,6 persen. Namun, raihan itu tetap menempatkan elektabilitas Anies di posisi ketiga.

Sebaliknya, elektabilitas Prabowo sebagai Ketua Umum Partai Gerindra malah terjun sebanyak 7,7 persen. Dalam survei Litbang Kompas kali ini, Prabowo bertengger di urutan kedua dengan tingkat elektoral 17,6 persen. Padahal, pada Juni lalu, elektabilitas mantan Danjen Kopassus itu ada di posisi pertama dengan raihan 25,3 persen. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.