Survei Global Terbaru: Pelanggan NetApp Akui Cloud Hybrid Adalah Masa Depan Perusahaan TI

INTREN.ID, JAKARTA – NetApp® (NASDAQ: NTAP), perusahaan perangkat lunak data-centric dunia berbasis cloud, Senin (17/1/2022) hari ini mengungkapkan temuan dari surveinya yang menilai penerapan strategi cloud hybrid dan area fokus operasional di antara basis perusahaan pelanggan global NetApp.

Survei  terhadap sejumlah pengambil keputusan di bidang teknologi informasi (TI) dan pemilik infrastruktur di seluruh dunia mengungkapkan bahwa 77 persen berencana untuk mengoperasikan bisnis mereka di lingkungan cloud hybrid di masa mendatang, demi memenuhi tuntutan bisnis yang kian meningkat untuk inovasi yang lebih cepat, seraya mengoptimalkan operasi dan menurunkan biaya infrastruktur.

“Kecepatan adalah tolok ukur baru. Para pemimpin TI di mana pun mempercepat upaya transformasi digital yang membutuhkan lebih banyak kecepatan dan fleksibilitas agar tetap menjadi yang terdepan dalam persaingan dan memberikan dampak bisnis secara langsung,” kata General Manager and Senior Vice President of Cloud Volumes NetApp, Ronen Schwarts dalam keterangan tertulis kepada intren.id.

Menurutnya, banyak perusahaan yang menganut model cloud hybrid agar dapat meningkatkan sumber daya TI secara efektif untuk mendukung aplikasi dan beban kerja penting dalam bisnis dan NetApp mempimpin industri dalam menyediakan solusi multi-cloud hybrid untuk memenuhi kebutuhan perusahaan-perusahaan ini di mana pun mereka berada.

Poin Penting dari Survei “2021 Hybrid Cloud Enterprise Customer Adoption” oleh NetApp:

Cloud Hybrid Adalah Masa Depan

Lebih dari tiga perempat responden mengatakan perusahaan mereka berencana untuk mengoperasikan lingkungan cloud hybrid di masa mendatang, sementara hanya 17 persen mengharapkan perusahaan mereka pada akhirnya memigrasikan semua TI ke cloud. Mereka yang disurvei mencantumkan manfaat bisnis terpenting dari adopsi cloud hybrid sebagai berikut:

  • Inovasi lebih Cepat: 26 persen
  • Peningkatan Responsif Terhadap Pelanggan: 25 persen
  • Peningkatan Kolaborasi: 22 persen

Penggerak Operasional Utama untuk Adopsi Cloud Hybrid

Responden mengindikasikan bahwa mereka ingin meningkatkan fleksibilitas dan skala infrastruktur (27 persen) karena desain cloud hybrid membantu tim TI mendapatkan akses ke teknologi baru dan sesuai permintaan yang ditawarkan oleh cloud publik sambil tetap memanfaatkan sistem lama yang berjalan dengan baik. Hampir seperempat (21 persen) mengatakan mereka perlu mengoptimalkan biaya, sementara 13 persen mengatakan perlu meningkatkan aksesibilitas data.

Perlindungan Data Tetap Menjadi Prioritas Utama dengan Kasus Penggunaan Lain Mendapatkan Daya Tarik

Perlindungan data (termasuk pemulihan bencana, cadangan data, dan pengarsipan) adalah kasus penggunaan cloud hybrid paling populer yang dipilih, di mana 29 persen menyatakan bahwa mereka menggunakan cloud hybrid untuk perlindungan data saat ini atau berencana dalam 24 bulan ke depan.

Namun, para responden mengindikasikan bahwa mereka juga memanfaatkan cloud hybrid untuk penggunaan produksi lebih dari yang diperkirakan: 20 persen mengatakan mereka saat ini mengintegrasikan sumber daya lokal dan cloud untuk mendukung beban kerja yang sama untuk produksi hybrid, dengan 17 persen berencana untuk melakukannya dalam 24 bulan.

Bisnis Kian Sukses Dengan Solusi Hybrid Cloud NetApp

Data survei menunjukkan bahwa perusahaan di seluruh dunia mengadopsi strategi cloud hybrid dan mengandalkan solusi terdepan di industri dari NetApp, untuk mempercepat transformasi digital mereka dan mempercepat proses bisnis.

“Kami membutuhkan fleksibilitas dan kecepatan arsitektur cloud hybrid untuk lebih efektif mengelola sejumlah besar data yang dihasilkan setiap hari di seluruh fasilitas manufaktur global dan lokasi pengembangan kami, guna mempercepat waktu untuk mendapatkan wawasan dan menginformasikan pengambilan keputusan dengan lebih baik,” ujar Global Head of Hybrid Cloud of Siemens Healthineers, Rohit Agrawal.

Dia menambahkan, solusi cloud hybrid dari NetApp membantu merampingkan operasional pusat data dan menjaga biaya tetap terkendali, dengan kemampuan untuk memusatkan, mengelola, serta mengamankan data dan aplikasi yang sangat penting.

Metodologi

Survei ini dilakukan oleh NetApp pada 79 perusahaan (59 persen AMER, 36 persen EMEA, 10 persen APAC), yang mewakili perusahaan besar dan menengah di berbagai industri yang telah menerapkan atau berencana untuk menerapkan arsitektur cloud hybrid dengan NetApp. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.