Suntikan Rp 20 Triliun untuk Jiwasraya, BMI Sebut Sama Saja Bantu Perampok Melarikan Diri

INTREN.ID, JAKARTA – Rencana Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati yang menyiapkan anggaran sebesar Rp 20 triliun untuk membantu penyelesaian klaim Jiwasraya pada 2021 lewat Penyertaan Modal Negara (PMN) memicu berbagai reaksi. Salah satunya dari organisasi sayap Partai Demokrat, Bintang Muda Indonesia (BMI).

Ketua Departemen Hukum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) BMI, Ebeneser Ginting menolak keras rencana tersebut. Menurutnya memakai uang negara untuk menyelamatkan Jiwasraya sama halnya dengan membantu para ‘perampok’ melarikan diri.

“Tolak PMN 20 T untuk Jiwasraya. Kasus Jiwasraya ini jelas skandal korupsi. Tuntaskan dahulu kasusnya, jangan kasus tak tuntas tetapi justru rakyat disuruh tanggung jawab,” kata Eben, Senin (5/10/2020).

Dia menyebut kasus Jiwasraya yang membuat buronan Harun Masiku hilang telah menyesakkan dada. Ditambah rencana suntikan uang negara untum Jiwasraya di tengah covid-19.

“Kabar kasus Jiwasraya bagaimana? Kabar Harun Masiku bagaimana? Kok menjadi abu seperti kejaksaan yang terbakar,” ujar Eben.

Kata dia, ketidakpercayaan publik kepada pemerintah, bahkan kepada KPK maupun kabinet kerja memasuki puncaknya di masa pandemi ini

“Kami khawatir Jiwasraya yang jelas di sana masih jadi sarang ‘perampok’ lalu diberi lagi asupan dana besar yang seharusnya bisa buat Covid-19. Alih-alih masalah selesai, bisa-bisa malah dana itu jadi bahan bancakan lagi yang arahnya nanti istana lagi yang jelek,” ujar Eben.

Lanjutnya, BMI heran ketika Pansus Jiwasraya tak kunjung dibentuk. Namun ironisnya tiba-tiba BUMN itu mau dapat suntikan dana dari pemerintah, itu namanya rakyat dirampok dua kali.
­
“Nyaris setahun lamanya kasus Jiwasraya tak kunjung terang. Lalu Pemerintah memberikan solusi memberi umpan lagi ke para perampok Jiwasraya melalui dana Rp 20 triliun, robohlah republik kalau cara bernegara adalah seperti itu,” tegas Eben. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.