Stok Kebutuhan Pokok Bontang Aman Selama Wabah Corona

Harga Gula Pasir Naik, Masyarakat Diminta Tidak Panik

INTREN.ID, BONTANG – Stok kebutuhan pokok di Bontang disebut dalam kondisi mencukupi selama masa wabah virus corona baru (Covid-19). Hasil survei Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) mencatat, persediaan bahan pangan pokok di tiga pasar tradisional dan grosir Bontang masih cukup untuk beberapa bulan ke depan dengan harga dalam terbilang aman.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Bontang, Debora Kristiani mengatakan, survei dilakukan pada sebelas jenis bahan pokok. Meliputi beras, jagung, cabai keriting, cabai rawit merah, bawang merah, telur ayam ras, daging ayam ras, daging sapi, minyak goreng, gula pasir dan bawang putih.

Analisis gejolak harga pangan sebelum dan selama terjadi pandemi juga dilakukan. Survei pada Senin dan Kamis pekan ini memperoleh fakta harga-harga yang masih dalam rentang aman. Namun tidak untuk gula pasir yang mengalami kenaikan harga dan cabai merah besar yang mengalami penurunan harga.

“Yang mengalami kenaikan harga adalah gula pasir. Itupun sudah naik sebelum kasus Covid-19 di Bontang,” tutur Debora.

- ADVERTISEMENT -

Dijelaskan, kenaikan harga gula pasir terjadi sejak awal Maret 2020. Hal ini dikarenakan kosongnya gula kemasan di pasaran. Tetapi, kenaikan harga yang terjadi tidak memengaruhi stok ketersediaan bahan tersebut di Bontang. Lantaran stok gula curah masih tersedia hampir di setiap grosir dan eceran.

Dengan situasi wabah saat ini, Debora berharap tidak terjadi lonjakan harga yang terlalu tinggi. Hal ini mengingat kebutuhan menjelang Ramadan biasanya terjadi kenaikan harga. Untuk itu masyarakat diminta tidak panik karena stok pangan di Bontang relatif aman.

“Masyarakat jangan panik apalagi aksi memborong bahan pangan karena hal ini akan menyebabkan gejolak pangan baik stok maupun harga. Belilah pangan secukupnya sesuai kebutuhan,” sebut Debora. (***)

Reporter: Bambang

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.