Stimulus Penurunan PPh Badan Mulai Berlaku di Masa Pajak 2020

Bantu Pelaku Bisnis agar Tidak Terkena Dampak Wabah Virus Corona

INTREN.ID, JAKARTA – Stimulus penurunan tarif Pajak Penghasilan (PPh) bagi Wajib Pajak (WP) Badan mulai berlaku pada masa pajak tahun berjalan 2020. Sebagaimana dipastikan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI, pengurangan tarif PPh Badan ini untuk membantu pelaku bisnis agar tidak terdampak virus corona baru (Covid-19).

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Hestu Yoga Saksama menyatakan, melalui stimulus itu maka tarif lama 25 persen dan 20 persen tidak berlaku lagi. DJP telah mengambil kebijakan penyesuaian angsuran pajak untuk tahun pajak berjalan 2020 diberlakukan pada masa pajak batas waktu penyampaian SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2019.

“Dengan demikian, tarif baru sebesar 22 persen bagi Wajib Pajak Badan secara umum mulai berlaku pada masa pajak April 2020 dengan batas setor 15 Mei 2020,” kata Yoga, Ahad (26/4/2020).

Batas setor yang sama juga berlaku pada pengenaan tarif baru sebesar 19 persen bagi WP Badan khusus perusahaan yang masuk bursa dan telah memenuhi syarat pengurangan tarif pajak. WP Badan yang memenuhi ketentuan pengurangan tarif pajak dipastikan berhak memanfaatkan pengurangan tersebut dalam penghitungan angsuran pajak tahun berjalan.

“Wajib Pajak yang memenuhi syarat tersebut sesuai yang tercantum dalam Pasal 31E UU PPh atau ketentuan lain mengenai pengurangan tarif pajak atau angsuran pajak yang masih berlaku,” terangnya.

DJP turut mengingatkan WP Badan untuk segera menyampaikan SPT Tahunan 2019 sesuai batas waktu 30 April 2020. WP dapat memanfaatkan relaksasi penyampaian dokumen kelengkapan SPT Tahunan sesuai Perdirjen Pajak Nomor PER-06/PJ/2020 apabila diperlukan.

Relaksasi itu dapat dimanfaatkan bagi Wajib Pajak untuk menghitung dan memanfaatkan penyesuaian angsuran pajak tahun 2020 dengan tarif pajak baru. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.