Stigma Negatif Berpotensi Sebabkan Transmisi Lokal Corona

Bikin Orang yang Punya Keluhan Enggan Memeriksakan Diri

INTREN.ID, BONTANG – Adanya stigma negatif dari masyarakat memiliki potensi menyebabkan terjadinya transmisi lokal penyebaran virus corona baru (Covid-19). Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang dr Bahauddin.

Kata dia, jika masyarakat terus menghakimi dan mencemooh orang-orang yang berkaitan dengan Covid-19, meliputi orang tanpa gejala (OTG), orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), maupun kasus konfrimasi positif, berdampak enggannya orang dengan riwayat perjalanan untuk melapor ke petugas medis. Mereka yang memiliki keluhan pun akhirnya bisa jadi tidak mau memeriksakan diri.

“Alhasil kasus OTG, ODP menjadi tidak terdeteksi. Dampaknya membuat orang lain menjadi lengah sehingga terjadi penyebaran Covid-19 tanpa disadari,” tuturnya.

Untuk Bontang saat ini, jelas Bahauddin, dari 11 kasus konfirmasi positif Covid-19 semuanya merupakan imported case. Yaitu kasus yang didapatkan karena adanya riwayat perjalanan dari daerah terjangkit maupun adanya kontak erat dengan kasus konfirmasi positif dari luar Bontang.

“Bukan dari penularan infeksi dari sesama warga lokal atau transmisi lokal,” jelasnya.

- ADVERTISEMENT -

Kata dia, penularan infeksi virus di tengah masyarakat lokal tanpa harus bepergian ke luar wilayah atau bertemu orang asing di luar wilayah dimungkinkan terjadi. Namun penularan yang dikenal dengan istilah transmisi lokal itu hingga saat ini belum terjadi di Bontang.

Nama Bontang sendiri hingga kini tidak disebutkan dalam Laman Infeksi Emerging Kementerian Kesehatan RI hingga Kamis (7/5/2020). Dari laman tersebut, untuk wilayah Kaltim yang sudah disebutkan sebagai daerah transmisi lokal yaitu, Berau, Balikpapan, Kutai Barat (Kubar), Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Timur (Kutim), Paser, dan Penajam aser Utara (PPU).

Meskipun demikian, bukan berarti Kota Taman aman dari serangan virus asal Wuhan ini. Jika lengah dan tidak waspada, maka hal tersebut bisa saja terjadi. Mereka yang saat ini memiliki virus dalam tubuhnya, tidak memiliki gejala, tidak disiplin isolasi mandiri, sewaktu-waktu akan berpotensi menularkan kepada orang lain yang rentan.

“Dari 185 negara dengan transmisi lokal Covid-19, umumnya orang yang terinfeski menularkan virus pada keluarga, teman, maupun orang di sekitarnya yang pernah kontak,” tegasnya. (***)

Reporter: Bambang Al-Fatih

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.