- ADVERTISEMENT -

- ADVERTISEMENT -

- ADVERTISEMENT -

Sri Mulyani Beberkan Empat Fokus RAPBN 2021 Sesuai Arahan Presiden, Apa Saja?

INTREN.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan RI (Menkeu) Sri Mulyani membeberkan empat fokus program Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2021. Kata dia, program-program dalam RAPBN itu sudah sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Dari empat program besar itu, yang pertama adalah ketahanan pangan. Sri menyebut masalah ketahanan pangan ini menjadi prioritas paling tinggi dalam RAPBN.

“Kami sudah mendapatkan anggarannya dari Kementerian Pertanian, Kementerian PUPR, Kementerian ATR/BPN, Kementerian LHK,” ungkap Sri, Selasa (28/7/2020).

Menurut dia, pembukaan lahan baru maupun lahan yang tetap ada semua dilakukan oleh program-program di Kementerian Pertanian juga Kementerian Kelautan dan Perikanan. Lantaran mengenai pangan terbagi dalam pangan tanaman dan pangan ikan.

”Presiden sudah meminta supaya kita fokus dalam hal itu. Tidak hanya menciptakan ketahanan pangan, tetapi juga menciptakan kesempatan kerja. Karena tujuan kita untuk tahun 2021 tidak hanya growth, tetapi employment atau kesempatan kerja dan pengurangan kemiskinan, makanya itu masuk,” sebut Sri.

Fokus kedua, lanjutnya, yaitu mendukung sektor industri melalui pusat-pusat kawasan industri. Dengan opsi di antaranya revitalisasi kawasan industri atau pembuatan kawasan industri baru demi menarik capital inflow.

- ADVERTISEMENT -

”Itu semuanya akan menjadi prioritas karena tujuannya adalah Indonesia bisa menarik dan membangun industri-industri manufaktur dan investasi bisa berjalan maksimal di dalam industri. Dan oleh karena itu dia akan bisa menciptakan kesempatan kerja yang lebih banyak,” urainya.

Fokus ketiga yaitu pada infrastruktur dan Information and Communication Technology (ICT). Karena hal tersebut dianggap bakal meningkatkan kemampuan produktivitas dari belanja-belanja negara.

Mengenai ICT, Sri menyatakan Kementerian Kominfo telah memiliki program agar konektivitas dalam empat tahun ke depan semua bisa terkoneksi. Mulai dari daerah-daerah terpencil, semua Puskesmas, semua desa, semua sekolah dan madrasah.

“Jadi ini yang membutuhkan investasi yang cukup besar dan kami bersama Bappenas akan mendukung sehingga Bapak-Bapak dan Ibu sekalian mau ada di manapun di Indonesia harusnya bisa tetap connected secara cukup merata dan dan kuat,” katanya.

Keempat, prioritas presiden adalah pendidikan dan kesehatan. Lantara bila dengan defisit yang naik pasti ada anggaran untuk pendidikan dan kesehatan sesuai mandatory, 20% untuk pendidikan 5% untuk kesehatan.

”Pendidikan kita harus betul-betul digunakan untuk memperbaiki, karena tambahan anggarannya nanti akan meningkat untuk dana cadangan pendidikannya itu lebih dari Rp 30 triliun sendiri. Dan untuk kesehatan bisa mencapai mendekati Rp 9 triliun tambahan karena adanya tambahan defisit ini. Ini yang Bapak Presiden meminta untuk difokuskan,” terang Sri. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.