Sofyan Hasdam Maju sebagai Anggota DPD RI, Wujud Pengabdian, Komitmen Perjuangkan Hak Kaltim di Pusat

INTREN.ID, BONTANG – Siapa yang tidak mengenal Andi Sofyan Hasdam. Sosok kharismatik ini berprofesi sebagai dokter spesialis saraf. Lebih dari itu, dia adalah Wali Kota Bontang dua periode. Di bawah kepemimpinannya lah, dasar-dasar pondasi pembangunan Kota Taman diletakkan. Bapak Pembangunan Bontang menjadi julukannya.

Sukses membangun Kota Bontang tak membuat Sofyan Hasdam puas. Dia pun terus mendedikasikan diri untuk membangun daerah. Bahkan, skala pengabdiannya kali ini jauh lebih luas. Hatinya tergerak untuk membangun Kalimantan Timur (Kaltim). Kursi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dijadikannya sarana untuk berjuang.

28 Desember 2022 menjadi bukti keseriusan Sofyan Hasdam. Dia menepati janjinya untuk terus mengabdi bagi Bumi Mulawarman. Pada tanggal itu, dengan didampingi istri tercinta, Neni Moeraniaeni, Sofyan Hasdam mendaftarkan diri sebagai bakal calon anggota DPD RI ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim.

“Mohon izin dan dukungan. Hari ini tanggal 28 Desember 2022, saya telah menyerahkan persyaratan minimal dukungan KTP (Kartu Tanda Penduduk) ke KPU Kaltim untuk persyaratan pencalonan sebagai anggota DPD RI. Untuk itu saya mohon izin sekaligus dukungan seluruh masyarakat Benua Etam untuk mewakili sekaligus berjuang di ibu kota demi peningkatan masyarakat Kaltim tercinta,” kata Sofyan Hasdam.

Bukan tanpa sebab Sofyan Hasdam ikut bertarung memperebutkan kursi Senayan. Dia sudah memprediksi sebelumnya. Di mana, pada tahun 2007 ketika memasuki periode kedua jabatan sebagai Wali Kota Bontang, dia menulis sebuah buku yang berjudul “Visi Baru Kalimantan Timur 2025”.

Buku setebal 580 halaman itu ditulis dengan dilandasi oleh keresahan Sofyan Hasdam melihat Kaltim  yan menjadi salah satu pundi utama pembiayaan negara dari sumber daya alamnya. Namun sebaliknya, provinsi ini tidak menjadi daerah prioritas untuk dibangun. Setidaknya untuk disejajarkan dengan daerah lain yang telah maju.

“Apa yang saya tuangkan dalam buku ini semakin mendekati kenyataan,” kata Sofyan Hasdam. Setidaknya, ada lima poin penting dalam buku tersebut. Itulah yang melatarbelakangi majunya Sofyan Hasdam pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang. “Insya Allah, bersama teman-teman Kaltim yang duduk di DPR RI maupun DPD RI ke depannya, kita akan lebih fokus memperjuangkan Kaltim,” sambungnya.

Lima poin yang dituangkan Sofyan Hasdam yakni:

  1. Sumber daya alam minyak dan gas (SDA Migas) Kaltim semakin menipis. Ketika SDA habis dan Kaltim menjadi miskin SDA, adakah yang peduli?
  2. Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim masih didominasi oleh sektor yang bersumber dari SDA unrenewable (tidak bisa diperbaharui). Upaya untuk menggeser perekonomian ke sektor perdagangan, pertanian, perikanan dan jasa belum sepenuhnya berhasil.
  3. Kerusakan lingkungan pasca tambang akan menjadi bom waktu yang dapat menyengsarakan masyarakat.
  4. Infrastruktur masih terlalu banyak yang harus dibangun, utamanya yang terkait dengan infrastruktur jalan dan perhubungan lainnya.
  5. Penanggulangan kemiskinan belum sepenuhnya berhasil.

“Untuk itu semestinya ada upaya untuk mengguyur provinsi ini dengan dana pembangunan dari pusat, agar porsi dana ke daerah lebih tinggi dari saat ini. Atau porsi pembagian antara pusat dan daerah yang harusnya direvisi karena UU (Undang-undang) Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah yang lahir pada tahun 1988 sudah ketinggalan. Bahkan jauh dari rasa keadilan,” tegas Sofyan Hasdam.

Hadirnya Sofyan Hasdam di panggung kontestasi politik nasional menjadi harapan besar bagi masyarakat Kaltim. Tentunya, ilmu, pengalaman, dan kredibilitasnya sebagai seorang pemimpin diharapkan membawa perubahan bagi Kaltim. Sehingga, Kaltim semakin sejahtera. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.