- ADVERTISEMENT -

- ADVERTISEMENT -

Soerya Respationo, Tokoh Perangkul Perbedaan di Masyarakat Kepulauan Riau

INTREN.ID, BATAM – Nama Soerya Respationo banyak disebut menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kepulauan Riau (Kepri) 2020. Terlibat dalam pembentukan Provinsi Kepri dan pernah menjabat Wakil Gubernur (Wagub) Kepri pada periode 2010-2015, tidak mengherankan bila sosoknya ramai dibicarakan sebagai kandidat kuat calon pemimpin Kepri lima tahun ke depan.

Soerya yang lahir di Semarang, Jawa Tengah, 12 September 1959 ini merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara pasangan Ayatiman-Tuti Rahayu. Dia menempuh pendidikan dasarnya di Kabupaten Kebumen, lulus tahun 1971. Kemudian dia melanjutkan di SMP Negeri 5 Yogyakarta, lulus pada tahun 1974 dan SMA Kolese De Brito Yogyakarta pada 1979.

Karier pekerjaannya dimulai sejak dia hijrah ke Kota Batam dengan menjabat sebagai General Affair dan Personel Manager pada PT Tirta Arta Mina. Selanjutnya di 1993, Soerya pindah ke Departemen Personalia dan Umum pada PT Multi Petro Sarana, sebuah perusahaan yang memproduksi pelindung ulir pipa, lisensi dari Jerman.

Pada akhir 1995 Soerya menjajal peruntungannya dengan mendirikan perusahaan jenis produksi yang sama yaitu PT Citra Trias Plastikatama dan PT Plastisindo Rematama. Kala itu dia membuka kantor di Komplek Juyanah Plaza.

Namun rupanya percobaannya dalam berwiraswasta itu tidak sesuai harapan. Soerya pun berganti haluan dengan membuka kantor konsultan hukum Dharma Bhakti Mulya pada tahun 1996. Setelah sebelumnya dia mengikuti ujian pengacara praktik di Pengadilan Tinggi Riau.

Dari sanalah Soeryo terjun ke ranah politik. Tepatnya ketika dia menjadi anggota DPRD Kota Batam hingga menjadi Wakil Ketua DPRD Kota Batam tahun 2000-2004. Pria yang sempat menjadi Wakil Ketua Pengurus cabang Keluarga Alumni Universitas Gajamada (Kagama) Batam, tahun 1994-2004 ini menjabat sebagai Ketua Tim Pembentukan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam di tahun 2000. Di tahun yang sama Soerya berperan dalam pembentukan Provinsi Kepri, yaitu menjadi Wakil Ketua Pembentukan Provinsi Kepri.

- ADVERTISEMENT -

Pada tahun 2010, Soerya mencalonkan diri dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sebagai Wagub Provinsi Kepulauan Riau periode 2010-2015. Dengan berpasangan dengan almarhum Muhammad Sani. Pilkada itu berhasil mereka menangkan dan pada 19 Agustus 2010, Soerya dilantik secara resmi oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia di Tanjung Pinang sebagai Wagub Kepri mendampingi Gubernur Muhammad Sani.

Pengalaman sebagai unsur pimpinan di DPRD Batam dan juga sebagai Wagub Kepri, membuat PDI Perjuangan yang menjadi perahu politiknya mengusung Soerya dalam Pilgub 2020 mendatang. Namanya pun banyak dikenal luas masyarakat Kepri berkat keaktifannya di akar rumput.

Soerya memang dikenal sebagai “Bapak Perangkul Perbedaan” di Kepri. Baik suku, ras, agama, golongan dan semua kalangan. Sukses sebagai pemimpin yang pluralis, Selama menjadi Wakil Gubernur Kepri, Soerya dinilai selalu mengedepankan kepentingan masyarakat. Dengan metode yang digunakannya yaitu “Mendengar Langsung” yang sangat menyentuh masyarakat.

“Ketika rasa kepedulian itu memiliki ruang yang bebas, maka dari setiap tujuannya adalah kebaikan, namun ketika kita hanya berwacana untuk peduli, ibarat kita membaca cerita tanpa arti yang dapat didalami,” ungkap Soerya.

“Kepedulian itu diwujudkan, bukan dituntun memilih jalan, karena pengemban amanah memiliki rasa kepedulian tanpa diminta, dan menjadi sebuah kewajiban, agar dapat menjadi contoh dan mampu menanamkan dengan baik, moral dan pribadi yang berkeinginan untuk peduli,” tegas Ketua DPD PDI Perjuangan Kepri ini. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.