Soal Wacana Pajak Nol Persen untuk Kendaraan Baru, Industri Otomotif Diprediksi Cepat Pulih

INTREN.ID, JAKARTA – Industri otomotif digadang-gadang mampu pulih lebih cepat di tengah pandemi Covid-19. Keberadaan Indonesia sebagai pasar otomotif terbesar dan kemampuan dalam memproduksi jadi musbabnya.

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita berharap, otomotif memberi kontribusi dalam memulihkan perekonomian nasional. Oleh karena itu, berbagai kebijakan dirancang untuk menggairahkan kembali industri otomotif.

“Potensi pengembangan industri otomotif sangat besar. Indonesia adalah pasar terbesar kendaraan bermotor di ASEAN. Dari sekitar sembilan negara, kontribusi Indonesia mencapai 32 persen. Tahun lalu, lebih dari sejuta kendaraan terjual dan sekitar 300 ribu diekspor,” katanya.

Selain itu, lanjut Agus, otomotif adalah satu dari tujuh sektor yang mendapat prioritas pengembangan dalam implementasi industri 4.0. Menilik data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), penjualan roda empat mengalami peningkatan dari bulan ke bulan di tahun ini.

Di bulan September mencapai 48.554 unit. Baik penjualan dari pabrik ke diler (wholsales) maupun penjualan dari diler ke konsumen alias ritel. Jumlah itu mengalami pertumbuhan sekitar 30,3 persen dibandingkan penjualan pada Agustus 2020 sebanyak 37.277 unit.

Gaikindo mencatat, penjualan ritel menyentuh angka 43.363 unit. Ada selisih 5.192 unit dibanding wholesales. Kendati belum bisa mengejar pencapaian penjualan di bulan Januari, namun tren positif mulai tampak. Gaikindo pun optimistis penjualan mobil akan terus mengalami peningkatan.

“Begitu juga industri kendaraan bermotor roda dua dan roda tiga pada tahun 2019, mencapai 7,29 juta unit. Sebanyak 810 ribu unitnya untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor,” paparnya.

Salah satu upaya Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggairahkan industri otomotif adalah mengajukan wacana relaksasi pajak mobil baru kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Relaksasi itu berupa pajak nol persen untuk pembelian mobil baru.

Terkait wacana pajak nol persen itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gaikindo, Kukuh Kumara mengatakan, jika terelasiasi akan menjadi momentum pemulihan ekonomi. Apalagi sektor otomotif sudah mulai mengalami pertumbuhan.

“Pemberlakukan pajak nol persen untuk pembelian pajak baru, menurut saya akan meningkatkan daya beli kendaraan bermotor. Apalagi saat ini, banyak masyarakat yang memilih untuk menahan keinginan membeli kendaraan dikarenakan situasi yang tidak menentu,” katanya.

Pihaknya optimistis jika relaksasi pajak diberlakukan, sektor ototmotif akan menjadi motor penggerak bagi industri lain untuk segera pulih dari keterpurukan. Sehingga, ekonomi Indonesia kembali tumbuh usai babak belur dihantam pandemi Covid-19. (***)

Reporter: Lukman Maulana

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.