Soal Pembakaran Bendera PDI Perjuangan, Korlap Aksi Tolak RUU HIP Bilang Begini

INTREN.ID, JAKARTA – Pembakaran bendera PDI Perjuangan dalam aksi unjuk rasa menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP), Rabu (24/5/2020) rupanya hanya kecelakaan. Sejatinya tidak ada maksud untuk membakar bendera PDI Perjuangan.

Hal tersebut diungkapkan Koordinator Lapangan (Korlap) aksi ANAK NKRI Edy Mulyadi. Menurut dia, pembakaran bendera itu tidak direncanakan. Pun demikian, pihaknya sudah memberi penjelasan kepada kepolisian bahwa pembakaran itu adalah accident alias kecelakaan.

“Kenapa accident? Waktu ditanya sama polisi, pastikan anak buah kalian yang di lapangan yang ikut rapat rapat kami, pasti sudah laporan bahwa tidak ada rencana bakar bendera. Jangankan rencana, dibahas saja enggak,” beber Edy, Jumat (26/6/2020).

Malahan Edy mengaku baru tahu ada pembakaran bendera PDI Perjuangan tatkala aksi sedang berlangsung. Pasalnya yang dia tahu hanya ada usulan untuk membakar bendera PKI, bukan PDI Perjuangan.

“Waktu dibawa ke situ saya juga enggak tahu ada berapa bendera. Waktu dipisah ada dua bendera. Waktu dibentanglah ada bendera PDIP. Saya juga kaget dalam hati saya,” terangnya.

Edy menyebut tidak bisa menghentikan aksi pembakaran bendera itu. Lantaran suasananya yang begitu ramai. Malahan dia menduga pembakaran bendera PDI Perjuangan itu dilakukan oleh penyusup yang hendak melakukan provokasi.

“Itu diduga penyusup saudara-saudara. Penyusup yang membakar itu. Sekarang mungkin masih diselidiki siapa penyusupnya,” urai Edy.

- ADVERTISEMENT -

Lantas terkait sikap PDI Perjuangan yang akan menempuh jalur hukum, Edy menyatakan pihaknya mempersilakan. Pasalnya hal tersebut adalah hak sebagai warga negara yang dijamin dalam hukum.

“Monggo silakan saja. Tetapi saya mau ingatkan lagi. Kita tidak keliru saudara, jangan khawatir, jangan takut, kita tidak salah,” tegasnya.

Edy mengklaim dalam orasi-orasi dan tuntutan masa aksi menolak dan mencabut RUU HIP dari prolegnas. Sehingga tidak ada lagi pembahasan untuk draf itu. Dia juga menuntut kembali kepada kepolisian untuk mengusut siapa saja konseptor dalam penyusunan dan pengusulan draf RUU HIP lantaran telah melanggar ideologi negara.

“Kami minta supaya diusut konseptornya siapa coba diusut dengan jalur hukum. Karena ini sudah melanggar ideologi negara yang mengganti ideologi negara Pancasila dengan ekasila, trisila. Itu adalah satu pelanggaran serious pada konstitusi kita,” terangnya.

“Kita juga meminta kepada MK untuk membubarkan partai yang menjadi inisiator pengusul RUU HIP ini,” tandas Edy. (***)

Editor: Lukman Maulana

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.