Simak Bersama Yuk, Inilah Tren Kasus dan Akselerasi Vaksinasi Covid-19 di Kota Balikpapan

INTREN.ID, BALIKPAPAN – Pandemi Covid-19 di Kota Balikpapan sudah memasuki satu tahun. Tepatnya dihitung dari kasus pertama yang terdeteksi pada 19 Maret 2020 lalu.

Saat ini, perkembangan kasus Covid-19 dari awal Maret 2021 hingga awal April 2021 telah mengalami penurunan. Hal itu dapat dilihat dari kasus terkonfirmasi positif harian yang dilaporkan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan melalu data dari Dinas Kesehatan Kota Balikpapan.

Berdasarkan data, rata-rata kasus harian sepanjang Maret 2021 ada di angka 50 kasus. Sementara itu, kasus harian di periode yang sama pada bulan Februari lalu mencapai 100 kasus.

Apabila dilihat berdasarkan data bulanan, puncak tertinggi pertumbuhan kasus positif Covid-19 di Kota Minyak terjadi pada bulan Januari 2021. Kala itu, penambahan kasus mencapai angka 200 per harinya yang menyebabkan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) rumah sakit meningkat di angka 87 persen. Setelahnya, pertumbuhan kasus dan keterisian rumah sakit cenderung menurun.

Adapun dari penambahan kasus pada Januari 2021 sebanyak 3.907 kasus, lalu mulai melandai di bulan Februari dengan 3.512 kasus.

Setelah program vaksinasi dimulai dan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat skala Mikro (PPKM Mikro) diberlakukan pada pertengahan Februari hingga akhir Maret 2021, terjadi penurunan kasus secara signifikan di angka 1.714 kasus.

Sementara itu, berdasarkan data akselerasi vaksinasi Kota Balikpapan, jumlah vaksin yang diterima Pemerintah Kota Balikpapan sebanyak 15.611 vial. Dengan total yang sudah di vaksin sebanyak 23.545 orang dari 113.015 target vaksinasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty yang juga sebagai juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan menanggapi tren penurunan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Balikpapan.

“Ini merupakan variasi dari sejumlah kebijakan, termasuk vaksinasi yang sudah berjalan secara masif. Selain itu, PPKM Mikro juga dianggap memberi andil dalam penurunan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Balikpapan,” ujar Dio, sapaan Andi Sri Juliarty.

Dio juga mengimbau agar tetap waspada akan penularan Covid-19 dengan varian barunya, disamping berbagai relaksasi yang diberikan Pemerintah Kota Balikpapan dalam PPKM Mikro.

“Ada mutasi virus B117 dan N349k yang penularannya lebih cepat. Oleh karena itu, disiplin protokol kesehatan 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi mobilitas interaksi, dan menghindari kerumunan) sangat penting dah harus diutamakan,” tegasnya. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.