Silaturahmi dengan Pengurus SBSI Kutim, Mahyunadi-Kinsu Pastikan Prioritas Tenaga Kerja Lokal

INTREN.ID, SANGATTA – Calon Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), H Mahyunadi SE MSi dan H Lulu Kinsu punya komitmen tinggi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kabupaten kaya itu. Di mana, salah satu misinya adalah menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat dengan mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM), koperasi, agribisnis, dan agroindustri.

https://youtu.be/mWEJmGhfIRw

Hal itu disampaikan Mahyunadi saat menghadiri Konferensi Cabang Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (Konfercab SBSI) dan silaturahmi dengan calon Bupati dan Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi-Kinsu bersama buruh Federasi Pertanian, Perkayuan, dan Kontruksi (FPPK) SBSI di Tepian Indah, Kecamatan Bengalon, Minggu (22/11/2020).

“Mahyunadi-Kinsu akan memastikan bahwa penyerapan tenaga kerja lokal di semua industri. Baik pertambangan, minyak dan gas, CPO (crude palm oil), dan industri turunannya. Setiap investor yang masuk ke Kutim, harus menerapkan pola 70 persen tenaga kerja lokal,” tegas Mahyunadi.

Yang pasti, tenaga kerja yang disiapkan memiliki kualitas mumpuni. Untuk itulah Mahyunadi-Kinsu memastikan bahwa alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen harus direalisasikan. Dari anggaran itulah, digunakan untuk bantuan perlengkapan siswa, pemberian beasiswa, pendidikan nonformal, peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru, serta pendirian dan pengembangan balai latihan kerja.

“Kita latih warga Kutim. Kita beri bekal. Balai latihan kerja akan kita dirikan. Sehingga Kutim punya sumber daya manusia (SDM) yang siap ditempatkan di manapun sektor pekerjaannya. Penyerapan tenaga kerja lokal wajib bagi Mahyunadi-Kinsu,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Mahyunadi juga menandatangani kontrak politik dengan SBSI. Hadir ketua DPC SBSI Kutim Rikardus JN Ento, sekretaris DPC SBSI Kutim Quirinus P Rasi, serta pengurus dan anggota organisasi buruh tersebut.

Membangun Kutim ke depan tidaklah mudah. Di tengah meningkatnya angka kemiskinan, banyaknya infrastruktur jalan yang rusak, kualitas pendidikan yang harus ditingkatkan, fasilitas kesehatan yang belum merata, hingga kesejahteraan masyarakat harus diselesaikan. Jika salah memilih pemimpin pada 9 Desember mendatang, harapan untuk menikmati program-program tersebut di atas akan sirna.

Oleh karena itu, dibutuhkan pemimpin yang memiliki kualitas, pengalaman, dan paham dengan kondisi masyarakat. Kehadiran masyarakat dalam rangka membawa Kutim untuk perubahan sangat dibutuhkan. Syaratnya adalah, pada tanggal 9 Desember mendatang, coblos nomor satu, Mahyunadi-Kinsu. (***)

Reporter: Angga Pranata

Editor: Guntur Marchista Sunan

Mahyunadi, Lulu Kinsu, Mahyunadi-Kinsu, Pilkada Kutim, Makin Maju, Kutim, Sangatta, Headline, Pilkada, Program Mahyunadi-Kinsu, Debat Kandidat, Debat Publik, Kutai Timur, Kaltim, Terkini, Untuk Perubahan, Kutim Makin Maju, Pemkab Kutim, Calon Nomor Satu, Coblos Nomor Satu, Berita Kutim, SBSI Kutim,

Get real time updates directly on you device, subscribe now.