Siap-Siap, Transaksi Dagang lewat Sistem Elektronik Bakal Kena Pajak

INTREN.ID, JAKARTA – Pemerintah terus berusaha menambah pundi-pundi pemasukan pendapatan negara. Khususnya dalam kondisi pandemi virus corona baru (Covid-19) saat ini. Terbaru, pemerintah bakal mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10% atas pembelian produk dan jasa digital dari pedagang atau penyelenggara Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE).

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI dalam rilisnya menyatakan, pengenaan pajak itu mulai diberlakukan pada tanggal 1 Juli 2020 mendatang. Pajak dikenakan pada semua jenis perdagangan dari luar maupun dalam negeri, yang mencapai nilai transaksi atau jumlah traffic dan pengakses tertentu dalam kurun waktu 12 bulan.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan keadilan dan kesetaraan berusaha atau level playing field bagi semua pelaku usaha. Baik di dalam maupun luar negeri, baik konvensional maupun digital.

Pun demikian, kebijakan ini dilakukan untuk melaksanakan Pasal 6 ayat 13a Perpu Nomor 1 tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Covid-19. Dalam pasal tersebut diterangkan bahwa pemerintah menetapkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 48/PMK.03/2020 sebagai turunannya.

Alhasil lewat aturan ini, produk digital seperti layanan aliran atau streaming musik dan film, aplikasi dan permainan atau video game digital, serta jasa daring lainnya dari luar negeri yang memiliki kehadiran ekonomi signifikan dan telah mengambil manfaat ekonomi dari Indonesia melalui transaksi perdagangannya, akan diperlakukan sama seperti produk konvensional atau produk digital sejenis dari dalam negeri.

Kemenkeu menyatakan, penerapan PPN ini juga diharapkan dapat meningkatkan penerimaan negara dalam rangka menanggulangi dampak wabah Covid-19. Dan menjaga kredibilitas anggaran negara serta stabilitas perekonomian negara di masa krisis global seperti ini.

“Melalui pajak, pemerintah mengajak semua pihak untuk bahu-membahu, mengambil peran mengatasi tantangan akibat Covid-19,” tegas rilis Kemenkeu. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.