Serikat Pekerja Desak Upah Minimum 2021 Tetap Naik, Tak Ingin Pandemi Covid-19 Dijadikan Penghambat

INTREN.ID, JAKARTA – Kendati sebagian besar perusahaan terdampak pandemi Covid-19, namun serikat pekerja tetap mendesak adanya kenaikan upah minimum pada 2021 mendatang. Mereka berpandangan, kondisi pekerja tahun ini juga mengalami keterpurukan.

Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Elly Rosita Silaban menegaskan, pekerja menjadi yang terparah terkena dampak ekonomi tahun ini. Apalagi dengan munculnya Undang-undang (UU) Cipta Kerja yang menurut mereka merugikan pekerja.

“Kalau upah minimum tidak naik, pekerja akan semakin terpuruk. Lagi pula, pemerintah juga wajib memperhitungkan. Jika upah tidak naik, daya beli masyarakat akan semakin menurun. Sehingga akan berdampak juga dengan pertumbuhan ekonomi,” tegas Elly.

Apalagi, lanjut dia, banyak pekerja yang dirumahkan atau mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Dia mendesak agar pemerintah dan pengusaha juga melindungi pekerja.

“Kenaikan upah minimum yang kami tuntut proporsional. Kami juga sangat paham situasi sekarang lagi sulit. Toh tidak semua perusahaan terdampak. Jangan pandemi Covid-19 dijadikan alasan untuk tidak menaikkan upah minimum pekerja,” jelasnya lagi.

Alasan yang dikemukakan Elly, komponen kebutuhan hidup layak (KHL) meningkat dari 60 menjadi 64 komponen. Kendati demikian, untuk sektor tertentu pihaknya mendorong agar diadakan musyawarah terkait upah minimum bagi pekerja. Namun tentunya ada syarat.

“Untuk sektor tertentu yang benar-benar terdampak, dan tidak mampu menaikkan upah minimum, kami menyarankan dilakukan bipartit. Tentunya perusahaan harus transparan dengan kondisi keuangannya. Sehingga, akan ada solusi bersama ke depannya,” katanya.

Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal menolak keinginan pengusaha yang meniadakan kenaikan upah minimum tahun depan. Jika upah minimum tidak naik, menurutnya akan membuat situasi semakin memanas.

“Saat ini pekerja sedang memperjuangkan penolakan UU Cipta Kerja. Alasan upah minimum tidak naik karena situasi ekonomi, kurang tepat. Pertumbuhan ekonomi kita beberapa kali minus, tapi upah minimum tetap saja mengalami kenaikan,” tegasnya.

Senada dengan KSBSI, Iqbal juga mengatakan, jika tidak ada kenaikan upah minimum tahun depan, akan berpengaruh besar terhadap daya beli masyarakat. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali mengalami penurunan. (***)

Reporter: Lukman Maulana

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.