Serangan Daring di Indonesia Menurun Signifikan, Ini Penyebabnya

INTREN.ID, JAKARTA – Selama dekade terakhir, kita telah menyaksikan perkembangan besar di Indonesia dalam hal konektivitas, digital, dan sektor teknologi lainnya. Ketika negara ini menjadi semakin terhubung, Kaspersky menganjurkan masyarakat Indonesia untuk meningkatkan pertahanan keamanan siber mereka bersama dengan kemajuan teknologi yang akan terjadi di tahun ini.

Tinjauan ancaman Kaspersky untuk kuartal terakhir tahun 2019 di Indonesia menunjukkan bahwa 25 persen pengguna komputer telah terkena serangan berbasis web, dan lebih dari sepertiga (35,9 persen) ditargetkan oleh ancaman lokal. Ancaman lokal merujuk pada infeksi offline seperti perangkat USB dan sejenisnya.

Tinjauan ancaman kuartal didasarkan pada pemrosesan dan perolehan data dari pengguna yang menggunakan Kaspersky Security Network (KSN) dan sekaligus memberikan wawasan global dan regional tentang arus utama online serta ancaman komputer.

Online (Ancaman Web)

Serangan melalui browser adalah metode utama untuk menyebarkan program berbahaya ke para pengguna yang tidak waspada. Pada periode Oktober-Desember 2019, produk Kaspersky mendeteksi sebanyak 5.903.294 ancaman cyber-borne Internet yang berbeda pada komputer partisipan KSN di Indonesia (25 persen). Berita baiknya adalah, jumlah ini telah menurun hampir setengah (46 persen) dibandingkan dengan Q4 2018 dengan 10.943.947 deteksi. Angka-angka terbaru ini sekaligus menempatkan Indonesia di peringkat ke-40 secara global dalam hal yang terkait bahaya penjelajahan web.

Memanfaatkan kerentanan di browser, plugin (unduhan oleh drive) serta rekayasa sosial masih merupakan metode utama para pelaku kejahatan siber dalam melakukan penetrasi berbahaya pada sistem. Terutama dalam metode rekayasa sosial, ini adalah cara termudah dan paling sederhana namun yang paling efektif. Karena metode ini tidak benar-benar membutuhkan keterampilan profesional, melainkan memanfaatkan kebingungan dan trik pola pikir para pengguna. Sebagai negara dengan optimisme ekonomi digital yang menjanjikan, masyarakat Indonesia harus benar-benar mulai memperhatikan keamanan mereka, terutama di dunia online.

Ancaman Lokal (Berbasis Komputer)

Ini menunjukkan data seberapa sering pengguna diserang oleh malware yang menyebar melalui drive USB yang dapat dilepas, CD dan DVD, dan metode “offline” lainnya. Perlindungan terhadap serangan semacam itu tidak hanya membutuhkan solusi antivirus yang mampu menangani objek terinfeksi tetapi juga firewall, fungsi anti-rootkit, dan kontrol atas perangkat yang dapat dilepas.

Pada periode Oktober-Desember 2019 produk Kaspersky mendeteksi 24.145.294 insiden lokal di komputer peserta KSN di Indonesia. Secara keseluruhan, 35,9 persen pengguna di negara ini telah terkena serangan ancaman lokal selama periode tersebut. Kembali menjadi sebuah kabar baik, bahwa data ini menunjukkan penurunan 17,8 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018. Ini juga menempatkan Indonesia di posisi ke-70 di seluruh dunia.

Indonesia adalah salah satu dari negara-negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi dan digital. Melihat penurunan signifikan dalam ancaman online pada kuartal terakhir 2019 adalah tanda bahwa masyarakat online negara ini sekarang mulai memperhatikan keamanan mereka di dunia siber. Namun, ini seharusnya tidak menjadi alasan untuk berpuas diri. Terdapat banyak daftar tren baru yang tak berkesudahan datang di negara ini seperti Industri 4.0, Internet of Things, 5G, dan masih banyak lagi.

“Kami mendorong perusahaan dan pemerintah untuk berkolaborasi meningkatkan kecerdasan sistem keamanan siber mereka demi memerangi ancaman canggih yang akan datang bersama dengan tren ini,” komentar Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky.

Dony Koesmandarin, Territory Channel Manager untuk Indonesia mengatakan, tidak terasa sekarang telah memasuki dekade baru, perjalanan keamanan siber hingga 2020 juga bukan hal yang mudah, tetapi bukan berarti tidak bisa mengatasinya.

“Kita telah menyaksikan berbagai tantangan nyata mulai dari serangan phishing, DDoS, rekayasa sosial, dan lain-lain. Di Kaspersky, kami akan terus memberikan solusi holistik dberbasis kecerdasan untuk membantu segmen perusahaan dan konsumen di Indonesia dalam menjaga keamanan data dan aset online mereka,” tambah Dony.

Untuk menjaga diri tetap aman dari ancaman yang berkembang secara online, pakar keamanan Kaspersky menyarankan langkah-langkah dasar tetapi penting berikut ini:

  • Periksa tautan dengan cermat sebelum mengunjungi situs, terutama untuk kesalahan ejaan atau penyimpangan lainnya, sekalipun Anda menganggapnya sebagai situs yang pernah dikunjungi secara rutin sebelumnya.
  • Masukkan nama pengguna dan kata sandi hanya melalui koneksi yang aman. Hindari masuk menuju bank online dan layanan serupa melalui jaringan Wifi publik.
  • Perlu diketahui bahwa URL yang dimulai dengan “https” mungkin tidak selalu aman.
  • Jangan mempercayai email dari pengirim yang tidak dikenal hingga Anda dapat memverifikasi keaslian asalnya.
  • Selalu jalankan sistem dengan program anti-malware yang mutakhir dan berkualitas seperti Kaspersky Internet Security. Solusi canggih Kaspersky akan membantu Anda memecahkan sebagian besar masalah secara otomatis dan mengingatkan Anda jika terjadi keanehan.

Untuk perusahaan, Kaspersky merekomendasikan hal berikut:

  • Mengedukasikan karyawan mengenai risiko – seperti aturan dasar untuk tidak membuka email, lampiran atau tautan dari pihak tidak dikenal.
  • Menganjurkan kebiasaan kata sandi yang tepat di dunia kerja termasuk menggunakan kata sandi unik dan menjaganya agar tetap aman dari akses siapa pun.
  • Menyiapkan tingkat akses berjenjang, memberikan izin hanya kepada pihak yang berwenang dan membutuhkannya di setiap level.
  • Menggabungkan rincian ancaman global ke dalam sistem, yang dapat memberikan visibilitas mendalam akan penargetan ancaman siber pada organisasi seperti Kaspersky Threat Intelligence.
  • Melakukan pelatihan keamanan siber secara teratur yang akan memberikan wawasan mengenai ancaman terbaru, dan yang lebih penting untuk meningkatkan kebiasaan karyawan dan membentuk pola perilaku baru demi lingkungan kerja yang lebih aman. (red)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.