Semeru Batuk, Berikut Misteri di Balik Gunung Tertinggi di Jawa Itu

INTREN.ID, MALANG – Gunung Semeru mulai menunjukkan tajinya. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu mengeluarkan guguran awan panas sejauh tiga kilometer, Senin (03/03/2020), sekira pukul 17.33 WIB.

Batuknya Semeru bikin waswas. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sampai menetapkan situasi tersebut dalam level II alias waspada.

“Guguran awan panas teramati dengan amplitudo maksimal 23 milimeter dengan lama gempa hingga 540 detik. Luncuran awan panas mengarah ke Besuk Kembar dan Besuk Bang dari pusat guguran dengan jarak kurang lebih 750 meter dari kawah utama,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo, dalam keterangan tertulisnya.

Terlepas dari fenomena alam tersebut, ada misteri yang belum bisa terpecahkan hingga saat ini. Semeru menyimpan banyak kisah misteri. Kisah-kisah tersebut diceritakan turun-temurun. Ada yang percaya, ada juga yang tidak.

Berikut beberapa kisah misteri di balik kemegahan Semeru.

 

  1. Kisah Mbah Dipo, Sang Juru Kunci

Hampir semua gunung di Indonesia punya juru kunci. Konon, mereka inilah yang dianggap bisa menerima pesan dari sang gunung. Mulai dari apa yang akan terjadi, kapan akan meletus, hingga bencana apa yang akan terjadi.

Mbah Dipo merupakan sosok yang banyak dikenal kalangan pendaki Semeru. Mbah Dipo ini dulunya juru kunci Semeru, namun telah meninggal dunia. Ada sebuah cerita yang megisahkan kalau sampai Semeru meletus, maka pergilah ke arah sungai. Jangan pernah menuju ke arah Gunung Sawur. Entah apakah itu benar atau tidak.

 

  1. Misteri Arcopodo, Dua Patung Gaib Prajurit Majapahit

Kawasan Arcopodo sering dijadikan tempat istirahat pendaki. Daerah itu memiliki dataran yang cukup luas. Menurut cerita, di area itu terdapat dua patung prajurit dari Kerajaan Majapahit. Konon hanya orang yang punya mata batin bisa melihat.

Kalau dilihat dari asal usul namanya, Arcopodo memang berarti dua arca atau dua penjaga. Banyak pendaki yang mengaku pernah melihat dua patung ini, namun kebanyakan selalu melihatnya dalam ukuran yang beda. Ada yang bilang seukuran anak kecil, ada juga yang bilang seukuran raksasa.

 

  1. Ikan Mas Ranu Kumbolo, Sang Dewi Penjaga

Ada larangan yang menyebut, setiap pendaki yang naik Semeru tidak boleh memancing atau menangkap ikan mas yang ada di Danau Ranu Kumbolo. Menurut keyakinan warga, ikan mas itu adalah jelmaan dari para dewi yang memang ditugaskan untuk menjaga kawasan Ranu Kumbolo.

Entah benar atau tidak, tapi masih banyak pendaki yang tetap memancing di sini.

 

  1. Mitos Ranu Kumbolo, Dewi dengan Kebaya Kuning

Mitos mengenai ikan mas penunggu Ranu Kumbolo berlanjut dengan cerita penampakan sesosok wanita yang kerap muncul di kawasan danau ini.

- ADVERTISEMENT -

Cerita yang beredar, wanita ini kerap muncul dengan berpakaian kebaya warna kuning. Dan kemunculannya ditandai dengan adanya kepulan asap saat bulan purnama datang.

 

  1. Kawasan Kelik yang Menyeramkan

Kelik adalah tempat di mana berada beberapa batu “in memoriam” yang menandakan adanya orang yang meninggal di Semeru. Salah satunya adalah batu “in memoriam”  milik Soe Hok Gie.

Hal yang menyeramkan dari tempat ini adalah, seringnya terjadi kesurupan di antara pendaki yang sedang naik gunung. Konon para pendaki ini dirasuki roh manusia atau binatang.

 

  1. Tanjakan Cinta di Ranu Kumbolo

Tanjakan cinta merupakan jalur pendakian yang harus dilewati saat menuju puncak dari Ranu Kumbolo. Tanjakan ini sebetulnya tidak terlalu terjal, tapi memang panjang.

Katanya, jika bisa melewati tanjakan ini tanpa istirahat dan tanpa menoleh maka permohonan cintamu akan terwujud. Karena itu tanjakan ini lebih dikenal dengan sebutan Tanjakan Cinta.

 

  1. Puncak Mahameru, Tempat Bersemayamnya Para Dewa

Puncak Mahameru adalah titik tertinggi di tanah Jawa. Keyakinan masyarakat kuno, puncak gunung ini merupakan tempat bersemayamnya para dewa.

Makanya buat siapapun yang ingin mendengarkan suara-suara dewa,mereka harus semedi dulu di puncak Semeru.

 

  1. Semeru Bapak dari Gunung Agung

Cerita dan keyakinan ini dipegang masyarakat Bali. Sebagian dari masyarakat Bali percaya bahwa Semeru merupakan bapak Gunung Agung. Bahkan, masyarakat Bali juga melakukan upacara sesaji kepada para dewa-dewa yang bersemayam di Semeru.

Upacara sesaji ini biasanya dilakoni setiap 8 – 12 tahun sekali, yaitu hanya pada saat seseorang menerima suara gaib dari dewa Semeru. Selain upacara sesaji ini, masyarakat Bali juga sering datang ke Gua Widodaren di sekitaran Bromo untuk mendapatkan Tirta Suci.

 

  1. Semeru Adalah Pakunya Pulau Jawa

Ada sebuah legenda yang konon tertulis di kitab kuno abad 15, bahwa pulau Jawa dulunya mengambang di lautan dan terombang ambing. Lalu para dewa memutuskan untuk memaku Jawa dengan Gunung Semeru.

Gunung ini sendiri tadinya berada di India. Yang membawanya ke Jawa adalah Dewa Wisnu dan Dewa Brahma.

Mulanya Semeru diletakkan di ujung barat Jawa, tapi ini membuat posisi pulau Jawa berat sebelah. Maka dibagi dualah gunung ini. Hingga menjadi Gunung Semeru yang diletakkan di sisi timur Jawa Timur, dan Gunung Penanggungan di sisi barat Jawa. (red)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.