Selamatkan Industri Pariwisata, Ini Tiga Langkah Kemenparekraf

Meliputi Tanggap Darurat, Pemulihan, dan Normalisasi

INTREN.ID, JAKARTA – Tak bisa dimungkiri bila industri pariwisata menjadi salah satu sektor yang begitu terkena dampak penyebaran virus corona baru (Covid-19). Karenanya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menerapkan tiga langkah strategis untuk mengatasi dampak Covid-19 bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Tanah Air.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio menyiapkan tiga tahapan untuk merespon dampak Covid-19. Tiga tahapan tersebut meliputi tanggap darurat, pemulihan, dan normalisasi.

“Di tahap tanggap darurat ini kami memberikan dukungan kepada tenaga kesehatan untuk menyiapkan akomodasi, makanan, hingga transportasi. Karena tenaga kesehatan saat ini menjadi garda terdepan dalam penanganan kasus Covid-19 agar tidak meluas,” sebut Wishnutama, Rabu (8/4/2020).

Pada tahap kedua yaitu pemulihan, kementerian melakukan identifikasi dan berkoordinasi dengan kementerian atau lembaga lainnya untuk mengidentifikasi dampak secara mendetail akibat wabah Covid-19. Selanjutnya memberi dukungan kepada para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dari sisi ketenagakerjaan, utilitas, keringanan retribusi, relaksasi pinjaman, pemanfaatan kartu pra kerja, hingga pelatihan online untuk SDM.

Tahap terakhir yaitu normalisasi, dilakukan dengan promosi kembali baik di dalam maupun luar negeri. Sampai dengan menyiapkan insentif untuk industri pariwisata sekaligus pelaku ekonomi kreatif. Pada langkah awal pasca-pemulihan nantinya, Wishnutama menekankan pentingnya untuk lebih dahulu memobilisasi wisatawan nusantara (wisnus).

“Yang harus kita pelajari nantinya adalah bagaimana psikologis para traveler yang berbeda-beda. Ada yang trauma dengan wabah Covid-19 ini. Ada juga pandangan traveler karena terlalu lama di rumah sudah ingin cepat-cepat keluar untuk berwisata. Kami ingin psikologi dan pandangan traveler yang seperti ini yang berkembang,” urainya.

Lebih lanjut dituturkan, Kemenparekraf saat ini telah membuka jalur pengaduan dan pelaporan melalui call center dan website. Untuk melaporkan kondisi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dan membentuk Pusat Krisis Terintegrasi. Bersama pemerintah daerah, Kemenparekraf akan menerapkan rencana mitigasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Selain itu juga membuka forum daring untuk menjaring masukan dari para pelaku dan stakeholder pariwisata sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan dan langkah lanjutan,” tandasnya. (***)

Editor: Lukman Maulana

 

https://www.youtube.com/watch?v=WHCWDeAqnP0

Get real time updates directly on you device, subscribe now.